Dari Bidang Humas Hingga Reserse, Inilah Bocoran Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

  • Whatsapp
Dari Bidang Humas Hingga Reserse, Inilah Bocoran Calon Kapolri Pengganti Idham Azis
Ilustrasi 3 calon Kapolri

MITRAPOL.com, Jakarta – Menjelang purna tugas pada 1 Februari 2021 nanti, nama-nama kandidat calon Kapolri pengganti Jenderal Polisi Idham Azis kembali mencuat dan menjadi perbincangan publik.

Sejumlah isu beredar terkait beberapa sosok kandidat Kapolri meskipun Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum menyodorkan nama-nama calon Kapolri kepada DPR RI.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengungkapkan ada beberapa sosok kuat untuk menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut.

Ia membeberkan, sosok calon kuat Kapolri itu menguasai beraneka bidang. Itu mulai dari bidang humas hingga reserse.

“Ada beberapa sosok pati senior yang saat ini santer isunya jadi kandidat,” kata Habiburokhman kepada wartawan seperti dikutip dari Tribunnews.com pada Selasa (5/1/2021).

“Ada yang jago di bidang serse, ada yang jago di Humas, ada juga yang lama di bidang pemeliharaan kamtibmas.”

Adapun beberapa sosok yang mencuat menjadi kandidat calon Kapolri, terdiri atas perwira tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) atau menyandang tiga bintang.

Ketiga perira tinggi Polri berpangkat Komjen ini pun termasuk dalam kriteria yang disebut Habiburokhman tersebut. Lantas, siapa sosok orang itu?

Saat ini setidaknya terdapat tiga nama Pati Polri yang menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen) yang diunggulkan.

Itu antara lain Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar; dan Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto selaku Kabaharkam.

Gatot Eddy Pramono

Sepanjang masa pandemi Covid-19, Wakapolri Gatot Eddy Pramono kerap muncul di publik. Oleh Jokowi, ia ditugaskan sebagai Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN).

Gatot Eddy Pramono hingga saat ini disebut sebagai calon kuat Kapolri pengganti Idham Azis.

Pria kelahiran Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965 itu diketahui berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelum menjadi Wakapolri, ia menjabat Kapolda Metro Jaya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin mengatakan, Gatot Eddy merupakan satu dari tiga nama yang paling direkomendasikan untuk menjadi Kapolri.

Sementara itu, Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta memberikan gambaran keuntungan Komjen Pol Gatot menjadi Kapolri dengan masa kerja masih tiga tahun dan sudah cukup senior.

“Pengalaman Komjen Pol Gatot Eddy perlu perhitungkan, pernah jabat Kapolda Metro Jaya sehingga paham soal situasi lapangan,” kata Stanislius.

Boy Rafli Amar

Karir Boy Rafli Amar mirip dengan Tito Karnavian. Jabatannya melejit setelah menjabat Kapolda Papua.

Tak hanya itu, kwduanya juga sama sama, pernah menduduki jabatan Kepala BNPT. Namun demikian, Boy banyak dikenal publik sebagai Humas Polri.
Boy Rafli Amar lahir di Jakarta pada 25 Maret 1965 dari pasangan Minangkabau. Ayahnya berasal dari Solok sedangkan ibunya dari Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat.

Ia adalah cucu dari sastrawan Indonesia, Aman Datuk Madjoindo. Boy menikah dengan Irawati dan telah dikaruniai dua orang anak.

Staf Pengajar Universitas Tarumanagara, Urbanisasi memprediksi Boy Rafli sangat layak untuk menjadi Kapolri. Selain sosok humanis, ia juga memiliki kemampuan komunikasi ke segala lini.

“Hal ini merupakan modal sekaligus Prestasi Komjen Boy Rafly ketika Menjadi Kadiv Humas Polri,” kata Urbanisasi di Jakarta, Senin (21/12/2020).

Lebih lanjut, Urbanisasi mengatakan, salah satu prestasi terbaik Boy Rafli sebagai perwira polisi adalah ketika bertugas di Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror.
“Kasus Terorisme yang ditangani pak Boy termasuk kasus berskala besar dan jangkauannya internasional, beliau menangani kasus bom Bali,” ujar Urbanisasi.

Dalam menangani kasus Bom Bali, Boy banyak berhadapan dengan para pelakunya seperti Amrozi, Imam Samudra, Muklas, Ali Imron, Doktor Azhari, Nurdin M Top.

Bahkan, dengan Ustaz Abu Bakar Baa’syir, ketua pesantren Ngruki Solo yang dulu membaiat orang-orang atau pelaku-pelaku bom Bali.

“Loyalitas pengabdian, profesionalisme dan integritas Boy Rafli tak diragukan lagi. Kredibilitas, kompetensi, mental dan moral sangat baik,” ucapnya.

“Lebih penting dan utama lagi, setia pada negara dan pimpinannya. hal ini sangat penting bagi presiden Jokowi menunjuk seorang pembantunya di samping profesionalisme.”

Agus Andrianto

Pria lulusan Akpol 1989 ini diketahui berpengalaman dalam bidang reserse.

Sebelum jadi Kabaharkam, Agus Andrianto menjabat Kapolda Sumut menggantikan Komjen Firli Bahuri, yang menjadi Ketua KPK.

Agus lahir di Blora, Jawa Tengah, 16 Februari 1967. Dia selama ini sangat gencar mengampanyekan penggunakan produk dalam negeri di institusi kepolisian.

Ia pernah dianugerahi beberapa tanda penghormatan, di antaranya Bintang Bhayangkara Pratama, SL Pengabdian XXIV, SL Ksatria Bhayangkara, SL Operasi Kepolisian hingga France Medal.

Agus sangat terkenal ketika menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada 2016, tatkala menangani kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *