Parah! Dana BPUM Sukanegara Pandeglang di Pangkas Okmun Rp 800-900 Ribu/Orang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com,Pandeglang – Tujuan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) telah meluncurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tahun 2020 untuk menyetabilkan taraf ekonomi masyarakat yang terdampak dari wabah Corona Virus Disease Tahun 2019 (Covid 19). Namun paska relisasinya selalu saja dimanfa’atkan oleh segelintir oknum. Bantuan tersebut telah diluncurkan pemerintah sejak Agustus 2020.

Menurut Nh (nama samaran) waktu pengajuan bantuan tersebut, pihaknya di mintai uang sebesar Rp 25000 perorang oleh pihak yang mengajukan, ” kami semuanya saat daftar awal di pintai uang sebesar 25000 oleh mereka,dengan dalih untuk biaya pengajuan,” ucap salah seorang pelaku usaha yang belum menerima bantuan tersebut di tahun 2020.

Hal lain Di ungkapkan penerima program Bantuan Presiden atau Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) melalui bank BRI, dan masyarakat umum menyebutnya bantuan BLT UMKM, dia mengatakan bahwa pencairan bantuan tersebut di bank BRI Cilegon, dengan diantar oleh pihak aparatur Desa Sukanagara,”

Memang kami diantar oleh pihak Desa, awalnya pengambilan di BRI Labuan Kabupaten Pandeglang, namun dikarnakan padat maka kami di alihkan ke BRI Cilegon,” ungkap salah satu dari Penerima Program yang minta namanya tidak di sebut kepada awak media.

Selain itu juga, setelah mendapatkan uang tersebut dari bank BRI Cilegon berjumlah 2.400.000 namun dipertengahan jalan kami semua dipungut uang sebesar Rp. 800.000 perorang,” didalam mobil arah pulang,”terangnya.

Ditempat terpisah Erde selaku Sekjen Gempita DPD kabupaten Pandeglang membenarkan adanya dugaan pemotongan tersebut kepada warga yang diduga dikomandoi staf desa sukanagara.

Benar pak, hasil dari informasi itu, kami bersama rekan rekan mengembangkan pencarian kebenaranya. 3 penerima telah menjelaskan kepada kami, jika benar adanya pemotongan sebesar 800.000 oleh beberapa oknum salah satunya bekerja di Desa tersebut,” jelas,Erde

Peruntukan 800.000 tersebut,” kami mintai keterangan kepada Penerima manfaat, yang diman dari tiga yang kami datangi semuanya sama peruntukanya. 400.000 guna Koprasi, 250.000 guna oknum Bank 250.000 guna jasa Pengantar dan lainya, itu Alasan potongan tersebut yang di ungkapkan oleh Pengantar Penerima bantuan,” jelasnya.

Sangat jelas bahwa Bantuan bernilai Rp 2,4 juta itu ditujukan sebagai tambahan modal kerja bagi para pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

Dana hibah tersebut hanya diberikan kepada pelaku usaha yang belum pernah mendapatkan atau menerima bantuan pinjaman atau sejenisnya dari pihak perbankan (unbankable).Jadi ko masih tega oknum-oknum ini seakan memamfaatkan keadaan.imbuhnya.

Sampai pemberitaan ini ditayangkan awak media mencoba menggali informasi kekantor desa Sukanagara tapi karena sudah sore dan kantor sudah tutup belum bisa bertemu dengan staf desanya.

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *