Tahap Pertama Gowa Terima 2.155 Dosis Vaksin Covid-19, Diprioritaskan untuk Nakes

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Gowa Sulsel – Pemerintah Pusat telah melakukan pendistribusian logistik vaksin Covid-19 tahap pertama ke sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tahap pertama ini Gowa menerima sebanyak 2.155 dosis vaksin Covid-19 dari 66.640 dosis vaksin di Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Gaffar mengatakan pemberian vaksin ini akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari tenaga kesehatan, TNI-POLRI, petugas pelayanan publik, kemudian masyarakat.

Untuk tahap pertama ini, dr Gaffar menyebutkan vaksin akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (Nakes) di setiap kecamatan. Hanya saja untuk jumlah setiap kecamatan akan ditentukan sesuai dengan jumlah populasi tenaga kesehatan.

“Tahap pertama ini kita prioritaskan untuk tenaga kesehatan. Karena mereka inilah yang berhubungan langsung dengan pasien,” kata dr Gaffar saat dikonfirmasi.

Lanjutnya, sejauh ini Kabupaten Gowa sudah siap melaksanakan vaksinasi, seperti tempat penyimpanan vaksin. Dirinya menyebutkan seluruh Puskesmas yang jumlahnya 26 sudah dilengkapi dengan tempat penyimpanan khusus vaksin.

“Pendingin cold chain, refrigerator di Dinas Kesehatan ada 8 unit kemudian di Puskesmas ada 28 unit. Karena puskesmas-puskesmas yang besar itu ada yang dapat dua,” jelasnya.

Begitu pun dengan tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi (Vaksinator) juga sudah siap di 26 puskesmas. Pihaknya sudah melakukan Pelatihan Vaksinator pada November 2020 lalu.

“Vaksinator kita sebenarnya sudah ahli semua, seperti bidan desa itu sebelumnya mereka sudah vaksinator dan ini sudah program rutin yang sudah bekerja dan mungkin bisa diadaptasi sama dengan vaksin Covid-19. Sisah dipahamkan sedikit saja. Karena tidak satu macam vaksin yang datang untuk tahap awal ini Sinovac yang masuk,” ujarnya.

Agar pelaksanaan vaksin ini berjalan dengan lancar, dirinya berharap ada sosialisasi. Apalagi menurutnya masih ada yang menganggap bahwa vaksin ini berbahaya. Padahal kata dia vaksin ini (Sinovac) sudah melalui pengujian. Dirinya juga berharap masyarakat bijaksana dan jeli melihat sumber-sumber informasi terkait vaksin

“Vaksin ini sama aja dengan vaksin biasa. ada alergi reakasi itu biasa. Pasti ada reaksi alergi, apalagi orang-orang yang biasa memang bawaannya alergi. Saya melihat Sinovac ini bisa kita rekomendasikan karena dipandu langsung oleh Biofarma, diteliti langsung di dalam negeri sebagai uji klinis ketiga,” tambahnya.

 

Pewarta: Armand AR/JN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *