Perkara TPPU, Hakim kembalikan aset Almarhum Zakir Husin

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Majelis Hakim yang di Ketuai Immanuel Tarigan mengembalikan enam aset berupa tanah dan bangunan serta dua unit mobil kepada terdakwa Jakir Usin alias Zakir Husin (almarhum) melalui ahli warisnya.

Hal itu tertuang dalam amar putusan perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atasnama terdakwa Jakir Usin yang  dibacakan di Ruang Cakra-8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (5/1/2021).

Aset yang dikembalikan antara lain, satu unit rumah di Jalan Starban Lingkungan VIII dan Gang Bilal Lingkungan X Kel. Polonia Kec. Medan Polonia.

Kemudian, satu rumah di Jalan Setia Budi Baru, Komplek Arcadia Regency Kel. Helvetia Timur Kec. Medan Helvetia, diagunkan ke BRI dan rumah dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 439 di Kec. Tanjung Selamat.

Lalu, sebidang tanah dan bangunan di Jalan Setia Budi Pondok Surya RT 000/RW 0900 Blok A-12 Komplek Atria Residence serta tanah kosong dengan SK Tanah Nomor 594/ 96/SKT/MP/1995 di Jalan Balai Desa, serta satu unit mobil Honda CRV dan satu unit Agya.

“Mengembalikan seluruh aset kepada terdakwa Jakir Usin alias Zakir Husin melalui ahli waris,” ujar hakim Immanuel.

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim berpendapat, aset-aset tersebut belum bisa dibuktikan bersumber dari hasil kejahatan narkotika, bahkan masih diragukan kepemilikannya, papar majelis hakim.

Apalagi, di tengah persidangan, Zakir Husin meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Sehingga hukuman pidana dalam perkara TPPU yang didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat dihapuskan.

“Menyatakan tuntutan pidana terhadap terdakwa dihapus karena meninggal dunia. Sebagaimana diatur dalam Pasal 77 KUHP. Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan maupun tuntutan,” tandas majelis hakim.

Menanggapi putusan itu, JPU Ramboo menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya, JPU dari Kejari Medan ini, menuntut aset tidak bergerak milik Zakir Husin berupa tanah dan bangunan agar disita untuk negara. Begitupun dua mobil yang turut disita dan dirampas untuk negara.

Dalam dakwaan JPU Ramboo Loly Sinurat, terdakwa Jakir Usin (49) terlibat sebagai pengedar narkotika jenis sabu sejak tahun 2006.

Dari hasil bisnis narkoba itu, terdakwa memiliki asset yang tidak bergerak berupa lima rumah dan satu tanah kosong di wilayah Medan.

“Serta asset bergerak berupa satu unit mobil Agya BK 1619 OB dan satu unit mobil CRV BK 1831 QH berlogo Pemuda Pancasila yang dibeli dengan mempergunakan uang hasil kejahatan narkotika,” tandas JPU.

Selain itu, terdakwa yang merupakan warga Kampung Kubur/Kampung Sejahtera Kecamatan Medan Petisah, menerima transfer uang hasil kejahatan narkotika dengan menggunakan rekening milik istrinya sebesar Rp 140 juta.

Dilanjutkan Rambo, sesuai dengan keterangan pihak bank, terdakwa adalah nasabah dan memiliki rekening yang dibuka pada tanggal 1 November 2010 serta jenis tabungan mandiri.

“Terdakwa menerima pengiriman uang sebanyak 4 kali, total Rp 75 juta. Terlihat adanya fakta,  terdakwa melakukan perbuatan lain, berupa tarik tunai secara massive atas harta kekayaan yang patut diduga merupakan hasil tindak pidana,” ungkap JPU.

Menurut Rambo, dalam Khazanah TPPU melakukan perbuatan lain dikenal dengan istilah Pass by. Pass by lazim digunakan oleh para pelaku TPPU untuk menyamarkan atau menyembunyikan asal-usul harta hasil tindak pidana.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *