Polsek Pugung Identifikasi Bocah Hanyut di Sungai

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tanggamus – Seorang bocah berusia tiga tahun bernama Muhammad Arka Ramadhan warga Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Pugung hanyut di sungai dan ditemukan meninggal dunia, Kamis (7/1/2021) siang.

Menurut Kapolsek Pugung Polres Tanggamus Ipda Okta Devi, SH. MH anak tersebut sempat terbawa arus sungai Way Manak di pekon tersebut, setelah pencarian kemudian ditemukan satu kilometer dari titik hanyut.

“Korban ditemukan oleh warga pada pukul 12.00 WIB. Saat ditemukan posisi tubuhnya masih tenggelam yang tersangkut di akar pohon kelapa di tepi sungai,” ungkap Ipda Okta Devi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK.

Kapolsek menjelaskan, sebelum tenggelam, korban bersama dua orang temannya yakni Zaki dan Farel yang umurnya sebaya dengan korban. Mereka bertiga main di tepi sungai Way Manak yang tidak jauh dari rumah korban.

“Pada saat bermain itulah korban terpeleset ke sungai yang kebetulan arus airnya kuat karena habis hujan dan korban hanyut terbawa arus,” jelasnya.

Sambungnya, selama hanyut itu korban hilang karena tenggelam di sungai. Pada saat korban itu kedua teman korban memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tua korban.

“Setelah mengetahui hal tersebut orang tua korban langsung pergi ke sungai untuk mencari korban, bersama warga lainnya menyisir sungai,” ujarnya.

Dikatakan Kapolsek, sebelum ditemukan, pihaknya juga telah menghubungi Basarnas guna membantu proses pencarian.

“Basarnas datang, namun saat tadi korban sudah ditemukan,” kata Ipda Okta.

Ditambahkannya, atas musibah tersebut, pihak keluarga menerima dengan ikhlas meninggalkanya korban dan langsung memakamkan korban di TPU pekon setempat.

“Keluarga menolak untuk autopsi dan langsung memakamkan korban di TPU pekon setempat,” imbuhnya.

Kesempatan itu, Ia mengimbau masyarakat yang miliki anak agar larang mereka main di sungai dalam masa penghujan saat ini. Sebab selain volume air tinggi dan arus juga deras.

Ditambah lagi dengan musim hujan ini daerah sekitar sungai merupakan lokasi rawan banjir. Maka jangan sampai sudah jadi daerah rawan bencana alam ditambah pula dengan kerawanan tenggelam.

“Jadi kalau bisa selama musim hujan ini tinggalkan aktivitas di sungai untuk kegiatan yang tidak penting, bahkan sekedar bermain-main. Sebab saat ini sudah rawan banjir, rawan juga kasus tenggelam,” himbaunya.

Terpisah, Danpos Basarnas Kota Agung Heri Amsoni mengatakan, atas laporan Polsek Pugung pihaknya langsung mendatangi lokasi. Namun setibanya di lokasi korban telah ditemukan dan disemayamkan di rumah duka.

“Saat kami tiba di lokasi, korban sudah ditemukan dan disemayamkan di rumah duka untuk proses pemakaman,” tegas Heri melalui sambungan telfon.

 

Pewarta : Adi M/Deni Andestia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *