Berpindah – pindah lokasi, diduga Ninja Xpress hindari pajak dan aturan Pemkot Metro

  • Whatsapp
Rumah tempat tinggal, dijadikan tempat usaha jasa pengiriman Ninja Expres

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Ninja EXpress salah satu jasa pengiriman barang yang berusaha di Kota Metro.Walaupun telah memiliki perizinan perusahaan di pusat yang lengkap,tetapi ketika berusaha di wilayah Kota Metro, wajib melaporkan di PTSP terkait perizinan pergudangan.

Sebelumnya, telah diberitakan melalui Mitrapol.com tanggal (08/12), bahwa jasa pengiriman Ninja EXpress memiliki gudang berlokasi di Jalan Pala no.41 B RT 42 Kampung Banten Kel. Iringmulyo Metro Timur. Saat dikonfirmasi oleh awak media, petugas gudang mengatakan bahwa hanya memilki perizinan domisili dari kelurahan Iringmulyo, dan belum berjanji akan melaporkan kegiatan usaha di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Metro.

Namun berselang beberapa bulan kemudian,dan pantauan awak media, gudang Ninja Express saat ini pindah lokasi di jalan ABRI Kelurahan Iringmulyo. Adapun gudang yang digunakan adalah Rumah Tempat Hunian (RTH) yang dijadikan Rumah Tempat Usaha (RTU) Tentu dalam hal ini, diduga sudah menyalahi aturan perizinan.

Putra selaku petugas gudang mengatakan, bahwa perusahaan sudah memiliki perizinan, dan mendapatkan izin berdomisili dari pihak kelurahan.

“Kalau izin perusahaan sudah lengkap, dan juga kami sudah ada surat keterangan berdomisili di kelurahan Iringmulyo. Tetapi kalau surat izin dari PTSP Kota belum ada,”ujar Putra, Jumat (09/01/2021).

Menurutnya,perizinan tersebut tidak diperlukan mengingat data perusahaan sudah lengkap.
“Surat berdomisili tempat usaha dari kelurahan iringmulyo sudah ada, termasuk izin perusahaan dari pusat ada dari Depkumham.Apa kami harus lapor ke PTSP,” ungkapnya.

Selanjutnya, tim media menemui Selamat selaku Lurah Iringmulyo Kecamatan Metro Timur.Saat ditemui,ia membenarkan telah mengeluarkan surat dan meminta dinas terkait menindak tegas jika tidak memiliki izin.

” Memang benar,kami sudah mengeluarkan surat keterangan domisili bagi jasa pengiriman Ninja Express.Kami hanya sebatas itu,karena jika mengenai perizinan di PTSP diluar kewenangan dan tanggung jawab kami selaku pihak kelurahan.Saya juga sudah menyarankan agar mengurus atau melaporkan hal itu di PTSP.Namun,sepertinya tidak dilakukan.Saya minta kepada dinas terkait selaku penindakan Perda Kota Metro untuk memberikan sangsi dan bahkan penutupan usaha jika benar belum melapor ke PTSP dan tidak mengantongi izin,”tutup pak Lurah.

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *