Mungkinkah Satu Angkatan Jabat Dua Kali, ETOS : Kapolri Komjen Pol. Agus Andrianto & Wakapolri Komjen Pol. Listyo Sigit, komposisi yang pas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Masa jabatan Kapolri Jendral Pol. Idham Azis hampir selesai, bursa calon Kapolri pengganti Idham Azis semakin hangat.

Beberapa nama Jendral telah beredar dalam pemberitaan dimedia cetak dan media sosial. Kendati demikian Presiden Jokowi belum menentukan siap pengganti Jendral Pol. Idham Azis yang sebentar lagi bakal pensiun.

Kabar terakhir Wanjakti telah menyodorkan rekomendasi nama kepada Presiden Jokowi.

Namun Jokowi masih menunggu nama yang akan direkomendasikan Kompolnas dalam waktu dekat.

Terkait pergantian Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis, saat ini ada gagasan dari lingkungan Istana Kepresidenan untuk membuat satu paket pergantian Kapolri dan Wakapolri.

Dikutip dari halaman Viva.co.id, rabu (06/01/2021). Neta S Pane mengatakan, ada gagasan dari lingkungan Istana Kepresidenan untuk membuat satu paket pergantian kapolri dan wakapolri, yakni menaikkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menjadi kapolri pengganti Idham Azis, dan sekaligus mendorong Kabareskrim Komjen Sigit menjadi wakapolri menggantikan Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono

Hal ini kemudian ditanggapi oleh Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah, dalam keterangan pers nya di jakarta, pada (07/01/2021). Bahwa apa yang disampaikan oleh IPW (Indonesian Police Watch) melalui Neta S Pane perihal posisi Kapolri dan Wakapolri yang disinyalir berganti satu paket, buat saya itu sah-sah aja, namanya juga opini, tidak terlalu berlebihan, mungkin ada beberapa sisi yang mereka lihat dan mereka yakini komposisi itu cocok.

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

“IPW tidak melihat dan mempertimbangkan komposisi dari Lulusan/Angkatan, hal ini sangatlah juga menjadikan pertimbangan yang sangat penting ketika satu angkatan menjabat di posisi orang nomer 1 (satu) di Institusi Polri. Dan saya yakin Jokowi paham soal itu” ujar Iskandarsyah.

Menurut Iskandarsyah, Jokowi tidak akan meminta Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono¬† untuk duduk di pucuk pimpinan tertinggi Polri, karena kita ketahui Jendral Pol. Gatot Eddy Pramono¬†merupakan lulusan Angkatan ’88 dimana satu angkatan dengan Jendral Pol. Idham Azis sebagai Kapolri yang akan berakhir masa jabatannya.

“Gimana masa satu angkatan ’88 akan menjabat lagi sebagai pimpinan dua kali” ujar Iskandarsyah

Iskandarsyah memiliki pandangan terhadap komposisi calon Kapolri dan Wakapolri kedepannya yang tepat. Sosok Komjen Pol.Drs. Agus Andrianto SH.,MH, (Sekarang Kabarharkam) sangatlah cocok untuk mengemban tugas sebagai Kapolri dan untuk Wakapolri Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo Msi (Kabareskrim).

“Saya melihat Kapolri Komjen Pol.Drs. Agus Andrianto SH.,MH, (Sekarang Kabarharkam) yang merupakan angkatan ’89 dan Wakapolri nya Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo Msi (Kabareskrim) angkatan ’91, itu komposisi yang menurut kami adalah komposisi yang pas” ungkap Iskandarsyah

Iskandarsyah menjelaskan, Angkatan 87 sudah diwakili oleh pak Titto (Sekarang Mendagri), angkatan 88 juga sudah diwakili oleh pak Idham Aziz, sudah saatnya regenerasi berikutnya yang akan memimpin.

“Janganlah dua generasi dipaksakan, kasih generasi-generasi berikutnya. Komposisi yang saya sampaikan tadi adalah komposisi yang pas, tidak tebak-tebak dan mengada-ngada” jelas Iskandarsyah

Iskandarsyah yakin sekali Presiden akan respon komposisi ini dengan cermat

 

 

Pewarta : BS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *