LP2KP minta Kapolda Sulut jangan setengah hati tindak penambang emas ilegal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kotamobagu – Masih maraknya pengrusakan hutan akibat aktivitas PETI dengan menggunakan alat berat hingga kini masih terus terjadi.

Melihat hal ini kepada Mitrapol, Minggu 10/01/21 Wakil Ketua divisi Intelejen Investigasi Lembaga Pemantau Pembangunan dan kinerja pemerintah (LP2KP) mendesak Kapolda Sulut menangkap Ko’ F alias Fanni AP alias Paul, dan RL alias Rio Karena menurutnya apa yang mereka lakukan tanpa berpikir sebab dan akibat yang akan dirasakan oleh anak cucu di masa mendatang.

“Kami minta Polda Sulut untuk segera menangkap dan ringkus mereka, karena aktifitas mereka tidak memiliki izin alias Bodong karena dampaknya adalah kerusakan lingkungan,” ujar Derek.

Ia juga menambahkan selain kerusakan lingkungan bahan kimia dalam proses pengolahan Emas dianggap berbahaya.

“Mereka menggunakan bahan kimia jenis CN dan kandungannya sangat berbahaya bagi manusia,” katanya.

Ahmad Derek Ismail LP2KP

Sementara itu berdasarkan pantauan Mitrapol memang aktifitas RL rio lewan dan Ko Fan yang juga pemilik Dragon Supermarket di lokasi PETI Potolo – Osing-osing. serta lokasi Talugon yang sudah di police line, Tapi oknun pelaku Peti Andi Paul belum di tangkap

Derek Ismail, Meminta kepada aparat hukum jangan segan segan dan hanya setengah setengah saja dalam bertindak, untuk apa dilakukan Police Line kalau Oknum Cukongnya tidak di tangkap sama saja bohong,” ungkap derek
Jadi kami disini (Red) meminta kepada aparat penegak hukum khususnya di wilayah hukum Prov Sulawesi Utara, baik itu Polda Sulut dan Polres setempat agar segera menindak para penambang emas ilegal tersebut karena sudah mencemari lingkungan.”ujar Derek

Mereka melukan pertambangan ilegal menggunakan Merkuri dan Sianida sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Limbah menurut Pasal 1 angka 20 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”) adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan.

Sedangkan yang dimaksud dengan limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Diharapkan dapat di proses sesuai ketentuan undang- undang nomor 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup dan undang- undang mineral dan batu bara nomor 4 tahun 2009 pada pasal 158 dengan tanpa pandang bulu

 

 

Pewarta : (Candra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *