Sat Reskrim Polresta Deliserdang gelar Press Release kasus pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, DeliSerdang –  Bertempat di depan gedung Sat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol M. Firdaus, SH, SIK. didampingi oleh Wakasat Reskrim Akp Antonius Alexander Putra, SH, MH, Kanit PPA Iptu Resti Widya Sari, S.Tr.K,  Kasubbag Humas Akp. Ansari serta Kasiwas Iptu K. Sinurat menggelar press release tentang perbuatan persetubuhan kepada anak di bawah umur, Sabtu (09/01/2021).

Dari Hasil Pemaparan Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, diketahui perbuatan bejat Ayah kandung dan Abang kandung terhadap korban, saat korban bercerita kepada RA pada Kamis (24/12/2020) sekira pukul 13.30 WIB lalu bahwa korban telah dicabuli AA dan MI yang merupakan Ayah dan Abang kandung korban.

Lalu RA memberitahukan peristiwa miris itu kepada Jl (50) ibu kandung korban. Mendengar cerita RA itu, malamnya sekitar pujul 19.30 WIB, Jl langsung menanyai korban dan korban mengakui terus terang bahwa Bapak dan Abang korban telah mencabuli korban sejak tahun 2018 hingga Tahun 2020.

Dari pengakuan kedua pelaku, Bapak korban mencabuli korban sebanyak 20 kali, sedangkan Abang kandung korban sebanyak 5 kali. Mendengar pengakuan polos dari korban, maka Jl melaporkannya ke Polresta Deli Serdang sesuai LP / 04 / I / 2021 /SU/RESTA DS, 05 Januari 2021.

Mendapat laporan pengaduan Jl, Tekab Unit PPA Dipimpin Kasubnit PPA Ipda M.O.Siagian dan Bripka DB Sihombing beserta 3 anggota lainnya melakukan penyelidikan. Pada Kamis (7/1/2021) sekitar pukul 21.30 WIB, Tekab Unit PPA mendapat kabar keberadaan kedua pelaku tanpa buang waktu petugas membekuk kedua pelaku dan memboyongnya ke komando.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol M. Firdaus, SH.,SIK. mengatakan,“Tersangka Pelaku AA dan MI dipersangkakan Pasal 81 Ayat (3) Subs Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76D, 76E UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun Penjara,” ujarnya.

 

Pewarta : Sahar Siregar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *