Berniat Klarifikasi Soal Utang Piutang, Berujung pada perkelahian berdarah

  • Whatsapp
kwitansi Bukti peminjaman jonhal kepada david hutabarat(DOH).

MITRAPOL.com, Toba – Niat baik tak selalu membuahkan kebaikan, seperti yang dialami david hutabarat, warga jalan patuan Nagari balige, Berawal dari persoalan utang piutang adiknya kecong kepada jhonhal tambunan, akhirnya terjadi perkelahian pertumpahan darah antara David Hutabarat bersama adiknya Keccong melawan Jonhal Tambunan, bertempat di desa Lumban Gaol Tambunan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sabtu (09/01/2021) sekitar pukul 17.00 wib mengakibatkan jonhal tambunan dirawat di salah satu rumah sakit dimedan.

David hutabarat kepada mitrapol menceritakan, persoalan tersebut berawal ketika Beberapa jam sebelum terjadinya pertumpahan darah tersebut, Sabtu (09/01) sekira Pukul 15.00 WIB, Jonhal Tambunan mendatangi kediaman David Hutabarat di Jalan Patuan Nagari, Kelurahan Pardede Onan, kecamatan Balige.

Pada saat itu adiknya Keccong sedang duduk didepan rumah. Kemudian melintas jonhal, jarak tiga rumah dari kediamannya, Jonhal berteriak kepada Keccong dengan mengatakan, “Keccong bayar utangmu. Kutunggu kau tiga hari ini. Kalau tidak, kutikam kau,” Sebut Jonhal seraya mengangkat tangan dengan posisi jari telunjuk seperti menembak sebut david menceritakan.

foto: David O Hutabarat (DOH)

Kemudia David menjelaskan bahwa saat itu juga istrinya menghubunginya via seluler untuk segera pulang kerumah dan mendengar kronologis kejadian.

Kemudian David mengajak adiknya, DPH (32) alias Keccong untuk menjumpai Jonhal dengan niat dan tujuan mengklarifikasi utang piutang untuk mencari solusi terbaik. Karena seingatnya, sampai saat ini Jonhal masih memiliki utang kepadanya sebesar Rp 250 Juta, namun tidak pernah ditagihnya dengan cara yang tidak baik. “Koq utang adik saya hanya 10 juta, sampai seperti itu caranya menagihnya kerumah saya dengan cara berteriak dan mengancam. Kan bisa dengan cara baik-baik dijumpai, dibicarakan. Apalagi adik saya itu (keccong) baru sembuh dari perawatan. Apa dia lupa kalau dia (jonhal) punya utang kepada saya,”terang David menceritakan.

Lebih lanjut diterangkan david, setelah mereka tiba di depan rumah Jonhal, mereka berdua disambut Jonhal dengan bahasa, “O Datang kalian ya, Tunggu ya..”, kata Jonhal langsung kembali masuk kerumahnya dan mengunci pintu depan.

Selanjutnya David mendengar suara teriakan dari dalam rumah, seperti suara isteri Jonhal dan kedua anaknya yang kemungkinan melerai atau menahan gerakan Jonhal yang sudah membawa pisau sejenis Mandao.

Mendengar teriakan itu, David mengintip dari kaca nako, dan betul saja Jonhal membuka pintu dan menjulurkan mandaonya kepada David dan adiknya seraya berkata, “Main kita”, kata Jonhal.

Namun saat itu David mengatakan kepada Jonhal bahwa kedatangannya hanya untuk mengklarifikasi antara utang adiknya kepada Jonhal dan utang Jonhal kepada David. Namun saat itu Jonhal sepertinya terlanjur emosi dan mengatakan bahwa ia tidak punya utang kepada David

Perkelahianpun terjadi, berujung kepada pertumpahan darah karena Jonhal tampak semakin mengancam keselamatan David, sehingga Keccong mengambil rantai dari dalam mobil.
Dalam perkelahian itu, mandao yang dipegang Jonhal lepas dari genggamanya karena tangannya dipukul oleh Keccong dengan rantai.

foto: Jonhal Tambunan saat dirawat di Rs.Hkbp balige

Kemudian Jonhal bergerak mundur dan mengambil sekop yang berada disamping rumahnya. Kemudian mengarahkan sekop itu ke wajah David mengenai wajah sebelah kiri dibawah mata memanjang sekira 10 cm, dan mengeluarkan darah dari dalam hidung.

Dalam pertarungan itu, akhirnya David berhasil mengambil mandao yang sempat terlepas dari tangan Jonhal. Selanjutnya David pun menghujamkan mandao tersebut ke tubuh Jonhal. Dalam posisi telentang dan tak bergerak lagi, sempat David mengambil posisi berdiri diatas tubuh Jonhal dengan mengangkat kedua tangan keatas yang menggenggam mandao hendak menusukkannya ketubuh Jonhal, namun diurungkanya.

Mengingat niat dan tujuanya mereka baik untuk menjumpai jhonhal, sehingga mereka enggan menghabisi nyawa Jonhal. Kemudian David bersama adiknya meninggalkan TKP dan membawa sajam mandao milik jhonhal tersebut untuk dijadikan barang bukti.

Keesokan harinya, usai melakukan pengobatan luka yang dialaminya, Minggu (10/01/2021) dinihari, David bersama adiknya keccong menyerahkan diri ke Mapolsek Balige. David pun berencana melakukan pengaduan atas penganiayaan terhadap dirinya. David mengaku peristiwa itu hanya disaksikan oleh istri dan kedua anak Jonhal Tambunan.

Kapolsek Balige AKP Agus Salim, saat dikonfirmasi mitrapol membenarkan kejadian tersebut.
“Perkara ini dilatarbelakangi soal utang piutang.TKP nya di depan rumah Jonhal di Desa Lumban Gaol tambunan kecamatan balige. Jonhal Tambunan saat itu juga langsung dilarikan ke RS HKBP Balige guna mendapat perawatan, dan malamnya langsung dirujuk ke salah satu rumah sakit di medan. Pelaku DOH dan DPH kooperatip dan saat ini sudah ditahan dipolsek balige.” terang kapolsek.

 

Pewarta : (Abdi.S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *