Masyarakat Meminta Pemerintah Setempat Jangan Main Setengah Hati Lalukan Penertiban PETI

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Boltim – Upaya dan strategi pemerintah menertibkan tambang Ilegal di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulut, sepertinya belum maksimal.

Buktinya, masih banyak tambang ilegal yang beroperasi dan berpotensi merugikan lingkungan dan masyarakat.

Padahal, tambang merupakan salah satu kekayaan negara yang dikuasai pemerintah. Artinya, pelaksanaan aktivitas pertambangan diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan pelaksana, sedangkan pemerintah berperan mengawasi pelaksanaan aktivitas pertambangan.

Dalam catatan Seorang Wartawan yang bernama Ando Lobud.

Pemerintah berhak memberikan dan mencabut izin pelaksanaan aktivitas pertambangan apabila dinilai tidak memenuhi persyaratan dan prosedur yang berlaku. Hingga kini, masih ada masalah yang belum bisa terselesaikan yaitu masalah tambang ilegal atau pertambangan tanpa izin (Peti).

Padahal sudah tertuang dalam pasal tentang pertambangan emas tanpa izin (PETI) Sesuai Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, pelaku penambangan emas secara ilegal diancam hukuman penjara 10 tahun.

Seperti di lokasi Potolo, Desa Tanoyan, Kecamatan Lolayan, Bolmong, Sulut.
Informasi di dapat media, di lokasi yang banyak mengandung material emas tersebut, hingga saat ini aktivitas ilegal dalam mengeruk kekayaan alam tanpa ijin, diduga berjalan lancar.

Bahkan, aktivitas tambang emas di Potolo dilakukan menggunakan alat berat dengan proses penyiraman dicampur Sianida, yang tidak lain termasuk racun yang dapat bekerja dan menyebar dengan cepat, serta sangat berpotensi mematikan.

 

 

Pewarta : Candra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *