Sebar Video Porno, Arisman Harefa divonis 12 tahun penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Arisman Harefa alias Ama Endru (45), divonis 12 tahun penjara, denda Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan, karena terbukti bersalah menebarkan foto dan vidio porno yang merugikan saksi korban.

Putusan itu disampaikan majelis hakim diketuai Merry Donna Pasaribu dalam persidangan virtual di ruang Cakra-4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (11/01/2021).

Menurut majelis hakim dalam amar putusannya, berdasarkan keterangan saksi-saksi, terdakwa secara tanpa hak menyebarkan vidio porno yang berisi adegan asusila antara dirinya dengan saksi korban, Lestari Gulo.

Perbuatan terdakwa sesuai dengan dakwaan alternatif pertama, melanggar pasal Pasal 29 UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Hal yang memberatkan, papar majelis hakim, terdakwa berbelit-belit, bersiul saat persidangan, mempermalukan saksi korban, menjatuhkan martabat wanita dan menebarkan pornografi.

“Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,” ujar hakim ketua Merry Donna Pasaribu.

Menanggapi putusan majelis hakim, JPU Robert Silalahi dari Kejati Sumut dan Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Aperius Gea menyatakan, pikir-pikir.

Putusan majelis hakim lebih berat dibanding tuntutan JPU yang menuntut warga Dusun VI Jalan Mesjid No. 28 Kel. Purwodadi Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara ini, pidana 9 tahun penjara.

Sesuai dakwaan, awalnya terdakwa berkenalan dengan korban Lestari Gulo di Gereja BNKP SION Jalan Binjai Km 10,8, kebetulan terdakwa dan korban sama-sama Jemaat Gereja BNKP.

Kemudian terdakwa yang telah memiliki isteri dengan dua anak ini, bertukar nomor HP dengan korban dan berkumonikasi melalui WhatsApp, pacaran dan melakukan hubungan suami isteri.

Saat melakukan hubungan suami isteri di hotel Simpang Barat Medan dan hotel Tanjung Sari Medan, terdakwa sengaja mengambil foto-foto dan merekamnya di vidio.

Setelah melakukan hubungan suami isteri, terdakwa sengaja memperlihatkan foto-foto dan vidio itu kepada korban yang masih berusia 21 tahun.

Belakangan foto-foto dan vidio cabul itu dijadikan terdakwa sebagai bahan ancaman akan disebarluaskan, apabila korban menolak ajakan untuk melakukan hubungan suami isteri.

Sabtu, 22 Juli 2017 dan tanggal 18 sampai tanggal 20 Januari 2020, terdakwa penyebaran gambar korban lagi telanjang juga menyebarkan vidio korban saat berhubungan badan dengan terdakwa.

Foto dan vidio cabul disebar terdakwa ke HP dan WatApps kerabat dekat saksi korban, yakni saksi Fitri Irawati Gulo, bahkan ke WhatsApp ibu kandung korban.

Sehingga korban sangat keberatan dan merasa malu serta nama baiknya tercemar diihadapan keluarga dan masyarakat umum.

 

Pewarta : (ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *