DLH Kab Bolmong akan Tindak Para Pengelola Emas ilegal yang menggunakan B3

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bolaang Mongondow berjanji, akan menyisir Bak Kolam pengelolaan Emas yang dengan sengaja menggunakan Sianida secara sembarangan di wilayah Bolmong.

Hal ini disampaikan oleh Kadis DLH Bolmong Ir Abdul Latif MSi saat dihubungi Mitrapol, Rabu 12/01/21 Via telpon seluler. Menurutnya terkait bak pengelolaan Emas di rumah warga suda ada laporan masyarakat sehingga mereka akan turun mengecek soal kebenarannya.

“Kami akan turun mengecek soal laporan warga, karena jelas ini melanggar ketentuan yang ada,” ujar Latif.

Lanjut ia mengatakan walaupun ini bukan kewenangan daerah melainkan Provinsi namun pihaknya akan turun dan akan menegur para pemilik Bak Kolam perendaman Emas.
“Sebenarnya ini kewenangan Provinsi, namun kami juga akan turun memonitor kebenaran laporan warga,” katanya.

Sebelumnya DPW LSM Lidik Pro Parindo Potabuga meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk turun dan menindak aktifitas pengelolaan material karena akan mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
“Pengelolaan Bak Material dengan menggunakan Sianida akan berdampak buruk buat lingkungan jika tidak dikelola dengan baik,” ujar Parindo.

Merkuri dan Sianida sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Limbah menurut Pasal 1 angka 20 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”) adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan.

Sedangkan yang dimaksud dengan limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Ia juga mengatakan seperti Bak yang berada di Desa Tungoi kecamatan Lolayan di kediaman GL alias Gusri yang sekarang dikelola oleh anak nya yang bernama Rio Lewan menurutnya harus di cek oleh Dinas DLH Bolmong,
karena menurutnya itu bisa menggangu lingkungan. “Saya suda monitor dan melihat bahwa di Tungoi itu ada beberapa bak pengelolaan Material, termasuk di rumah Rio,” ujar Parindo.

Sementara itu berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh Mitrapol Bak Kolam Pengolahan Material Emas seperti ini banyak tersebar di daerah Bolaang Mongondow raya karena BMR dikenal dengan daerah Tambang Emas, namun cara pengelolaan harus sesuai standar kelayakan agar tidak menggangu lingkungan sekitar.

 

Pewarta : (Candra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *