Kunker Gubernur,SMKN 3 Metro salah satu yang difasilitasi bantuan Fasilitas COE

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Gubernur Lampung ArinaL Djunaidi, memberikan pengarahan Kepada MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK dan SMA se-Provinsi Lampung dan sekaligus meninjau bantuan fasilitas SMK COE (Center Of Excellence) di SMK N 2 dan SMK N 3 Kota Metro,Rabu (13/01/21).

Dalam sambutannya, Gubernur Arinal meminta agar Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan dari tingkat daerah maupun Provinsi agar mampu bersaing sampai ke kancah nasional.

Menurutnya, kunjungan kerja untuk bidang pendidikan, baru pertama kali dilakukan di Metro ini.

“Dewan guru dan anak didik yang berprestasi tidak cukup kalau gubernurnya tidak dekat dengan pimpinan yang ada di Jakarta. Ini bentuk sinergi apa yang diinginkan guru dapat terkoordinasi kedepannya,” ujar Arinal.

Ditambahkan Gubernur,bahwa Kemandirian sekolah pun menurutnya dibutuhkan agar bisa mendidik anak-anak dengan kemampuan terbaik.Dirinya pun siap memperjuangkan SMK menuju BLUD.

“Kita ketahui sumber daya manusia lulusan SMK kita siapkan betul agar bisa antisipasi dinamika sesuai kebutuhan di tingkat Lampung maupun nasional.Kalau bisa dengan BLUD atau dana lain. Tidak perlu menggunakan APBN atau APBD,” tuturnya.

Sementara itu,Sulfakar selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung menjelaskan, kegiatan dalam peninjauan di gedung baru SMKN 3 dan SMKN 2 Kota Metro tersebut merupakan tinjuan hasil bangunan bantuan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,dalam mengembangkan mutu pendidikan di Provinsi Lampung.

“Total keseluruhan 10 SMK yang mendapatkan bantuan CEO (Center Of Excellence) total 17,5 miliar. Dua di antaranya di Metro yaitu SMKN 2 dan SMKN 3 Metro.Dalam mendapatkan bantuan itu, tentu persaingannya sangatlah berat. Ada sekitar 1.400 dan yang berhasil mendapatkan bantuan di bawah 400 sekolah. Alhamdulilah Lampung dapat 10 SMK,” jelas Sulpakar.

Sulpakar memaparkan,bahwa mekanisme bantuan gedung serta pelatihan dikelola langsung sekolah.

“Mesin diadakan Kemendikbud sehingga kita yakin betul mutu kualitas kegiatan ini terjamin. Saya yakin kepala sekolah melaksanakan dengan idealis, karena dia sendiri yang ngerjakan untuk sekolahnya. Tercatat tahun 2020 lulusan SMK se-Lampung 56 persen diterima di lapangan kerja, 14 persen membuka lapangan kerja, 18 persen kuliah, dan 12 persen belum teridentifikasi ,” paparnya.

Selain itu,sejak dari tahun ketahun diungkapkannya berdasarkan arahan Gubernur lulusan vokasi dapat bersaing di dunia usaha.

“Tahun 2021 kita siapkan ada beberapa SMK direncanakan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yaitu SMKN 2, 3, dan 4 Bandarlampung. Mereka bisa biayai unitnya sendiri. Provinsi hanya melakukan pembinaan materi dan teori,”tutupnya.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *