Miris!! Sikap Oknum Kadinsos Pandeglang usir wartawan saat melakukan peliputan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Beredarnya surat pemberitahuan kepada agen-agen sekabupaten Pandeglang untuk penandatanganan Fakta Intregritas untuk program BPNT yang diadakan dikantor Dinsos pandeglang pada selasa 12 januari 2021, dan sesuai tufoksinya para awak media untuk menggali informasi untuk bahan pemberitaannya turut hadir di kantor Dinsos Pandeglang.

Namun rasa memilukan dirasakan oleh para awak media khususnya Media Mitrapol.com yang mencoba menggali informasi tentang kegiatan apa yang dilakukan.

Sedangkan dimana banyak sekali rumor tentang dugaan-dugaan permainan di program BPNT.

Peristiwa itu bermula ketika rekan-rekan Pers mendapatkan informasi bahwa akan ada rapat intregritas para Agen E-Waroeng program bantuan pangan non tunai (BPNT).

Tapi ironisnya, rekan-rekan Pers tidak diperbolehkan masuk untuk melakukan peliputan agenda tersebut, bahkan diusir oleh oknum kepala dinas sosial (Kadinsos).

Yah kami hanya sebatas penggali informasi untuk bahan pemberitaan, ko kami merasa diusir oleh seorang oknum kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang,”ucap Royen

Ketika oknum kepala Dinsos keluar dari Ruangan rapat awak media mencoba menggali informasi, dengan santainya mengatakan udah ini hanya sebatas penandatanganan fakta intregritas saja, silahkan temui timkor, sembari jalan memasuki mobil dinasnya.

Hal yang sama dirasakan Samsuni, salah satu jurnalis di media online kabupaten Pandeglang, bahwa dirinya merasa kecewa dan tidak terima atas perbuatan yang telah di lakukan oleh oknum kepala dinas sosial (Dinsos) kabupaten Pandeglang.

“Saya merasa kecewa karena tidak boleh masuk saat hendak melakukan liputan dengan alasan tidak mendapat undangan, ini suatu penghinaan bagi Insan Pers.” Ungkapnya (12/01/2020)

Maka dari itu Jika hal ini dibiarkan begitu saja bisa menjadi Precedent buruk bagi kelangsungan kita berdemokrasi, karena menghalang-halangi aktivitas jurnalisme artinya mengancam demokrasi.

Kejadian tersebut tentunya tidak dapat dianggap sepele karena hal tersebut sebagai bentuk ancaman atas kebebasan berekspresi dan kemerdekaan Pers yang sebagai mana dilindungi oleh undang-undang nomor 40 tahun 1999.

Apalagi agenda yang akan diliput oleh rekan-rekan Pers saat itu di Dinsos kabupaten Pandeglang berkaitan dengan kepentingan publik karena Jurnalis itu mata dan telinga publik jadi ketika ada hal penting yang berhubungan dengan kepentingan publik tidak layak jika harus dihalang-halangi.

 

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *