Terkait Ganja 327 kg, Delapan personil Polres Padang Sidimpuan divonis beragam

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Terkait dengan barang bukti ganja seberat 327 kilogram, 8 personel Polres Padang Sidempuan dan seorang warga sipil akhirnya divonis beragam oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (12/01/2021).

Pastinya, tidak ada terdakwa yang divonis hukuman mati oleh majelis hakim yang bersidang secara virtual di ruang Cakra-2, meski diwarnai beda pendapat (dissenting opinion) antara majelis hakim.

Ujungnya, majelis hakim terdiri dari Jarihat Simarmata, Maratua Sagala dan Tengku Oyong menjatuhkan vonis yang beragam kepada para terdakwa.

Terdakwa Bripka Witno Suwito dan Edy Anto Ritonga alias Gaya (warga sipil) yang sebelumnya dituntut pidana mati, masing-masing dijatuhi hukuman 20 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Sedangkan Aiptu Martua Pandapotan Batubara, eks Kanit IV Sat Narkoba Polres Padang Sidempuan sebelumnya dituntut pidana seumur hidup, akhirnya divonis 13 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim ketiga terdakwa terbukti bersalah sesuai dakwaan primer, menerima dan menyerahkan narkotika golongan-1 jenis ganja.

Perbuatan ketiga terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kemudian enam terdakwa lainnya yang sebelumnya dituntut 20 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan, divonis masing-masing 10 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Para terdakwa antara lain, Briptu Rory Mirryam Sihite, Bripka Andi Pranata, Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap, Bripka Rudi Hartono, Brigadir Antoni Fresdy Lubis, dan Brigadir Amdani Damanik.

Menurut majelis hakim, para terdakwa terbukti bersalah sesuai dakwaan subsider, mengakut narkotika golongan-1 jenis ganja, melanggar Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Perlu diketahui pula, sebelum vonis dijatuhkan, hakim Tengku Oyong yang berbeda pendapat, diberi kesempatan untuk membacakan pendapatnya.

Menurut dia, para terdakwa tidak ada mendapat keuntungan, dan hanya ikut perintah atasan, dan tidak ada niat membuat kejahatan.

“Perbuatan memindahkan ganja bukan merupakan tindak pidana,” ujar Tengku Oyong.

Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Hakim Sorimuda Harahap dari Kejati Sumut menyatakan, pikir-pikir .

” Kita pikir-pikir, koordinasi dulu dengan atasan,” ujarnya kepada awak media.

Sedang Penasihat Hukum terdakwa, Salman Alfarizi Simajuntak dan Iskandar Syahputra mengaku tidak puas atas putusan hakim.

” Kami tidak puas atas putusan majelis hakim. Meski demikian kami koordinasi dulu dengan para terdakwa, untuk melakukan upaya hukum,” jelas Simajuntak kepada awak media, usai sidang.

Mengutip dakwaan, kasusnya berawal saat Edi Anto Ritonga alias Gaya menerima pekerjaan dari Mulia (DPO) pada awal Februari 2020.

Selanjutnya, Mulia menyerahkan 15 karung ganja dan menyebut harga modal Rp1,6 juta perkilogram sehingga total modalnya Rp400 juta

Kemudian ganja disimpan di gudang samping rumahnya di Jalan Alboin Hutabarat Gang Dame, Kampung Darek, Kelurahan Wek VI, Kec. Padang Sidempuan Selatan, Kota Padang Sidempuan., Sumatera Utara.

Kamis (27/2/2020), Kampung Darek digerebek Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Selatan. Lokasi yang digerebek sekitar 500 meter dari rumah Edi Anto Ritonga alias Gaya.

Pria yang berprofesi sebagai sopir ini mulai was-was. Keesokan harinya dia menghubungi Mulia dan memintanya mengambil ganja tersebut.

“Angkat dari sini ganja ini, kalau enggak aku buang,” katanya, seperti yang tertuang dalam dakwaan.

Mulia menjawab, “Jangan, nanti ada yang jemput”.

Secara terpisah, Edi Santoso alias Edi Ramos (DPO) menghubungi Bripka Witno Suwitno. Dia menyatakan mau menyerahkan ganja miliknya yang ada di Kampung Darek, syaratnya dia dan Edi Anto Ritonga tidak ditangkap.

Singkat cerita, Bripka Witno Suwito, bersama 7 rekan satu unitnya bertemu dengan Edi Anto Ritonga dan Kucok (DPO). Mereka memasukkan sejumlah karung plastik berisi narkotika jenis ganja ke mobil Daihatsu Terios putih dan mobil Honda Jazz putih.

Para personel kepolisian ini meletakan ganja itu di areal perkebunan PTPN-III Desa Tarutung Baru, Kec. Padang Sidempuan Tenggara, Kota Padang Sidempuan.

Kemudian mereka melapor ke atasannya telah menemukan narkotika tak bertuan. Total ganja yang ditemukan seberat 327 Kg.

Namun, rekayasa ini terbongkar. Kedelapan personel Satuan Reserse Narkoba Polres Padang Sidempuan itu pun diamankan, dan Edi Anto Ritonga juga ditangkap.

Pewarta : (ZH).

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *