Kembali terjadi Banjir Lumpur Susulan di Bolmong, Warga Bakan Menduga Akibat Aktivitas JRBM di Busa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Genap Sepuluh hari berlalu banjir lumpur yang membawa banyak material bebatuan dan gelondongan katu minggu lalu pada tgl 05/01/2021. Kini kembali terjadi banjir bandang di sertai lumpur yang meski intensitas hujan tidak terlalu deras. Warga menduga, banjir lumpur ini berasal dari Sungai Bolaang, lokasi Busa.

Banjir kembali menerjang jalan raya nasional yang menghubungkan Desa Matali Baru dan Desa Bakan dan akses antar daerah yaitu Bolmong dan Bolsel pada Kamis 14/01/2021

Jun Mokoagow selaku ketua Aliansi Masyarakat Desa Bakan kembali meminta kepada Dinas lungkungan Hidup baik Dinas Provinsi atau Daerah agar secepatnya turun meninjau kondisi lokasi Busa dan melihat Amdal PT.JRBM tepatnya Lokasi Busa,

Tapa gale dan Jalina agar Antara masyarakat Bakan yang terdampak dan Pihak PT.JRBM tidak saling menyalahkan oleh sebab itu mari kita lihat langsung berasama di Lokasi tersebut

kembali saya sampaikan bahwa Lokasi Busa adalah Hulu sungai Bolaang yang hari ini kembali banjir bandang saya selaku masyrakat Desa Bakan mengakui bahwa perna ada aktivitas PETI di Lokasi Busa oleh masyrakat hampir se bolmong raya datang mencari Nafkah di lokasi tersebut.” Ungkap Jun Mokoagow

Jun Mokoagow selaku ketua Aliansi Masyarakat Desa Bakan

 

Dampak akibat pengrusakan Hutan yang Diduga dijadikan pertambangan emas tanpa izin (PETI) oleh salah satu perusahaan ternama di Bolmong.
Saya mengira dampak akaib dari banjir yang mebawa Lumpur serta material bebatuan dan gelondongan kayu akibat banyaknya para oknum yang dengan sengaja merusak lingkungan hidup yang ada di daerah Bolmong dan sekitarnya.

Akibat adanya aktivitas PETI yang Diduga di kelola oleh pihak perusahaan emas PT JRBM di lokasi hulu Sungai Bolaang Busa.” Saya selaku masyarakat cukup resah dan merasa dirugikan karena dampaknya seperti yang terjadi saat ini, di saat musim penghujan seperti ini kami warga harus menerima getah nya banjir dan lumpur yang menggenangi rumah dan jalan ini sangat sangat merugikan kami.” Ucap Ketua Aliansi Masyarakat Desa, Jun Mokoagow

Dulu kami sangat menikmati sungai bolaang tersebut yang airnya bersih dan tidak keruh seperti sekarang ini tapi setelah adanya aktivitas perusahaan yang sudah 6 bulan beroperasi tersebut sudah mencemari sungai bolaang malah menjadi keruh dan bau, bahkan demham adanya aktivitas pertambangan tersebut aliran sungai yang tadinya tidak pernah mengalami banjir sekarang sering terjadi banjir dan membawa lumpr serta material. Diduga berasal dari kibat adanya aktivitas pertambangan oleh pihak perusahaan emas PT JRBM di lokasi hulu Sungai Bolaang Busa.

Oleh sebab itu kami meminta ķepada pihak trakit dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan dan Dinas ESDM baik Provinsi Maupun Daerah agar secepatnya turun melihat Lokasi dan menyusuri sungai Bolaang yang Hulunya adalah Lokasi Busa.” Imbuhnya

 

 

Pewarta : Chandra

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *