Tanah tanpa hibah, Pembangunan Sumur Bor Gapoktan Mekar Abadi Desa Gunung Tiga Lamtim diduga bermasalah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Pembuatan sumur bor bagi lahan pertanian oleh kelompok tani di dusun 5 Desa Gunung Tiga Batanghari Nuban Lampung Timur diduga bermasalah.

Pasalnya bangunan sumur bor tersebut, berdiri dalam lahan milik perseorangan/pribadi warga yang tidak lain adalah dari salah satu kelompok tani itu sendiri, Dugaannya belum memiliki surat hibah penyerahan tanah.

Hal tersebut diungkapkan, Helmi selaku Kepala Desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuban Lampung Timur, saat ditemui awak media dan mengatakan,bahwa sejak awal hingga akhir pembangunan tidak pernah dilibatkan.

“Saya selaku kepala Desa Gunung Tiga tidak pernah diberitahu dan mengetahui adanya pembangunan sumur bor. Saya baru mengetahuinya pembangunan itu sudah berjalan 30% oleh Purwanto selaku ketua kelompok Tani Mekar Abadi dusun lima. Seharusnya selaku Kepala Desa Gunung Tiga diberitahu sewaktu peletakan batu pertama, ” ungkap Helmi.

foto: Helmi ( kiri ) selaku Kades Gunung Tiga Batanghari Nuban dan Purwanto ( kanan ) selaku Ketua Kelompok Tani Mekar Abadi.

Selain itu, Helmi tidak mengetahui secara detail tentang tujuan dan spesifikasi sumur bor yang dibuat oleh kelompok Tani Mekar Abadi.

“Seharusnya Purwanto melaporkan secara detail apa saja tentang pembangunan sumur bor itu.Saya juga tidak tahu berapa kedalamannya dan siapa yang mengerjakan.Nilai anggaran pembangunan sumur bor itu sekitar Rp.150 juta,”jelas Helmi.

Sedangkan Purwanto, selaku Ketua Kelompok Tani dan sekertaris GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) mengakui, bahwa pembangunan sumur bor berada dilahan miliknya. Ia juga berdalih sudah berkoordinasi dengan Kades Gunung Tiga Batanghari Nuban Lampung Timur.

“Bantuan sumur bor itu bantuan dari dinas pertanian kabupaten Lampung Timur, anggaran tahun 2020. Selama ini saya sudah berkoordinasi dengan pak Kades dan nilai anggarannya Rp.150 juta, Mengenai titik lokasi bangunan itu sudah ditentukan pihak dinas pertanian yang berada ditanah pribadi saya,”kilahnya.

Namun perlu diketahui bahwa bangunan sumur bor tersebut adalah bantuan pemerintah bagi seluruh petani diwilayah setempat, Tetapi tidak diperbolehkan jika berdiri dilahan milik pribadi Purwanto yang belum ada surat hibahnya, Terbukti dari penjelasan Kades Gunung Tiga kepada tim awak media.

Akibat perbuatan tersebut,ada dugaan kongkalikong kerjasama korupsi berjamaah dalam pembuatan sumur bor antara Kelompok Tani dan pihak Dinas Pertanian Lampung Timur.

Sampai berita ini di terbitkan dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur belum bisa di konfirmasi.

 

Pewarta : Muktaridi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *