Ada 7 Sumur Gas di Desa, masyarakat Hanya Kebagian Baunya Saja

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh – Kurangnya perhatian serius pemerintah kepada masyarakat di pedalaman kecamatan Langkahan dan kecamatan Pantee Bidari, sehingga Pada Saat musim kemarau warga harus melawati jalan berbatu dan berdebu, sementara saat musim hujan terpaksa harus mengarungi lumpur dan jalan berlubang,

itulah gambaran potret kehidupan sehari-hari yang di alami oleh warga Desa Lubok Pusaka Kecamatan Langkahan Kabuapaten Aceh Utara dan warga desa Sahraja kecamatan Pantee Bidari kabupaten Aceh Timur.

Kondisi jalan yang rusak yang tak pernah tersentuh perhatian dan kepedulian dari Pemerintah serta pihak perusahaan gas yang beroperasi di Desa mereka, membuat masyarakat kian kecewa dan putus asa. Bertahun – tahun hidup dalam penderitaan di Negeri kaya Minyak dan Gas serta berlimpahnya Dana Otsus puluhan triliun yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat.

Bahkan lebih miris lagi di desa mereka sendiri terdapat 7 sumur gas (onshore) yang telah kuras puluhan tahun oleh perusahaan raksasa mulai dari Mobil Oil, Exxon Mobil dan Pertamina Hilir Energi (PHE) selain itu Masyarakat Lubok Pusaka yang tak sedikit menyumbang untuk devisa Negara dari sektor pertanian dan perkebunan. Selain itu hampir setiap hari Lalu lalang kenderaan karyawan dan angkutan alat berat dari perusahaan ekplorasi gas Triangle Pase Inc, yang beroperasi di Kabupaten Aceh Timur.

Beberapa awak media melakukan liputan khusus ke Desa Lubok Pusaka Rabu-Kamis 13-14/01 untuk melihat secara langsung kondisi jalan dan menggali berbagai informasi yang menjadi keluhan dan kendala yang dihadapi masyarakat.

Dari pantauan awak media tampak kondisi jalan sangat memprihatinkan, hampir semua jalan rusak parah dan berlubang, baik jalan umum antar desa maupun jalan line bekas milik Exxon Mobil hancur, jangankan roda empat untuk pengguna roda dua saja sangat sulit dilewati.

Keuchik Lubok Pusaka Sulaiman mengungkapkan kesedihan nya lewat media ini, “Beginilah keadaan desa kami, berpuluh-puluh tahun hidup menderita karena keadaan jalan, dikala musim kemarau harus melawati jalan berbatu dan berdebu, jika musim hujan harus berjibaku dengan jalan yang penuh lumpur.

Bahkan Lebih memprihatinkan lagi kata Keuchik, anak-anak tidak bisa sekolah dan belajar mengaji, bahkan ada anak sekolah harus mengarungi lumpur dan jalan yang licin, ujarnya.

Banyak mobil yang tersangkut, baik mobil pribadi maupun mobil yang membawa angkutan hasil pertanian yang tidak bisa lewat, bahkan tak sedikit pengendara yang jatuh karena jalan nya licin dan berlumpur, ungkap Sulaiman.

Hal senada juga disampaikan Syaiful Anshori tokoh masyarakat setempat ” kita sangat kecewa dengan Pemerintah, mereka seperti nya tidak peduli dan merasakan bagaimana penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat, mereka baru datang kemari ketika saat kampanye, mereka begitu semangat datang memelas suara masyarakat agar memilih nya baik Gubernur, Bupati, Dewan, termasuk anggota DPD, Namun sekarang setelah terpilih dimana mereka, tanyanya dengan nada kesal.

Jalan di Desa Lubok Pusaka maupun akses menuju pusat kota banyak kubang kerbau, jangan kan manusia babi saja sulit dilewati, cetus Syaiful

Akibat jalan rusak semua harga barang mencekik, sedangkan hasil, petani masyarakat anjlok dua kali lipat karena biaya angkutan mahal disebabkan jalan yang rusak parah.

He yang Sama juga diungkapkan oleh keuchik sahraja Rajudin, kami tidak pernah berhenti untuk menyuarakan kepada pemerintah terkait dengan kondisi Dan keluhan masyarakat di desa kami, Walaupan aspirasi kami tidak pernah didengar oleh pemerintah, namun kami Tetap berharap agar pemerintah mau membangun jalan Dan Jembatan untuk kami. Ujarnya

Selain itu ujar Syaiful, pihak perusahaan Pertamina Hulu Energi(PHE) tak peduli dengan nasib masyarakat lingkar operasi, padahal mereka mengekplorasi 7 sumur gas bertahun-tahun, seharusnya jalan mereka sendiri diperbaiki karena jalan tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, ini jangan kan pernah dibantu dana CSR, jalan line milik mereka sendiri tak pernah diperbaiki, ucap Syaiful.

Bagaimana kami bisa sukseskan program pak Presiden Jokowi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, jalan saja sangat rusak, Pemkab Aceh Utara tak peduli nasib masyarakat pedalaman, begitu pula pihak perusahaan, tandasnya.

Field Manager PHE NSB, Dirasani Thaib saat dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa “Perbaikan jalan aset perusahaan selalu dilakukan secara berkala, dan jika tidak ada kendala perbaikan jalan tersebut direncakan akan dilakukan pada bulan Februari mendatang.

Terkait penyaluran CSR, PHE NSB sudah melaksanakan sejumlah program CSR di Kecamatan Langkahan khususnya Desa Lubok Pusaka diantaranya bantuan renovasi balai desa, renovasi plafon masjid Almahyiddin, renovasi pagar meunasah, membangun pagar sekolah SMA Negeri 1 Langkahan,

Selanjut pihaknya telah menyalurkan bantuan banjir beberapa waktu yang lalu, bantuan untuk anak yatim setiap tahun menjelang lebaran, bantuan lembu saat qurban, bantuan untuk korban kebakaran beberapa bulan yang lalu dan tahun ini juga akan dilaksanakan program penanaman bibit durian varietas unggul yang bekerjasama dengan Yayasan Agro Bina Mandiri, sebutnya.

 

 

Pewarta : Jul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *