Mantan Bendahara pengeluaran BNNP Sumut ditahan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sumut – Satkrimsus Poldasu tahan Mantan Bendahara Pengeluaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera tahun 2017 yaitu Sbyarifa Umur 43 Tahun alamat jalan Lapangan Dusun VI Desa Bandar Setia Kec.Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang/ Asrama Widuri Barat Cemara no.214 jalan Bajak II Kel.Harjosari Kec. Medan Amplas di Tangkap secara Paksa tanggal 14 Januari 2021 atas laparan.

Syarifah ditangkap atas dugaan Penggelapan Pengeluaran Fiktif atas kegiatan yang sudah dilaksanakan. Pengeluaran dana fiktif telah merugikan negara sebesar Rp.756.530.060 (Tujuh lima puluh enam lima ratus tiga puluh ribu, enam puluh rupiah)

Pada Bulan Maret 2018, Riend Afrianta SPD selaku Pengadmitrasi Umum Sub bagian Perencanaan Bagian Umum BNNP Sumut diperintahkan oleh Kepala Bagian Umum BNNP Sumut yang bernama Karyono Sp, untuk mengumpulkan pertangganggung jawaban tahun Anggaran 2017 oleh Indektur utama (intama) BNNP Sumut dan waktu Riend Afrianto Spd meminta dokumen pertanggungjawaban keuangan pada masing-masing Bendahara Bidang maka saat itu diketahui ada sebanyak 36 pembayaran fiktif yang diduga dilakukan oleh Syarifa (Mantan Bendahara Pengeluaran) terkait pembayaran atas kegiatan yang sudah laksanakan (Overlapping)sudah dilaporkan

Barang bukti yang ditemukan
1. 30(tiga puluh ) eksemplar dokumen pertanggungjawaban Keuangan (Riil)
2. 14 (empat belas) dokumen pertanggungjawaban double infut
3. (tiga) dokumen pertanggungjawaban keuangan (Spm Nihil)
4. 1 (Satu) jilid buku kas umum BNNP Sumut.

Tersangka dikenakan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UUyo 3 tahun 1999 sebagai telah diubah dan UU no.20 tahun 2001 pemberantasan korupsi Jo pasal 55 pasal (1) ke 1e KUHPidana

Ancaman-Hukuman pasal 2 ayat (1) dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak 1.000.000.000. (satu miliayar) Pasal 3 (tiga) pidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat (1) tahun dan paling lama 20(dua puluh) tahun dan denda paling sedikit 50 (lima puluh) Juta dan paling banyak 1 milyar.

 

 

Pewarta : Sahar Siregar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *