LSM PMA, Mendesak Pihak Perusahaan PHE dan Medco Tringle Pase Perhatikan Keluhan warga

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Utara – LSM Permerhati Miga Aceh (PMA), medesak pemerintah aceh untuk bisa memberikan perhatian terhadap masyarakat di kawasan pedalaman aceh timur dan aceh utara, bagaimana kita ketahui di lokasi itu ada perusahan pengeboran minyak, yang kita ketahui perusahaan luar itu kurang perhatian terhadap keluhan masyarakat disekitar itu, Pemerintah aceh dalam hal ini,

BPMA harus memanggil perusahaan raksasa mulai dari pertamina Hilir Energi (PHE) dan medco dan Tringle yg mana meraka melakukan pengeboran dimulai yang sudah di wilayah aceh timur, yang beroperasi di wilayah aceh untuk bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat aceh timur dan aceh utara itu, dikarnakan jalan utama Desa Lubok Pusaka Langkahan rusak parah, Pemerintah dan PHE NS exB dinilai Tutup Mata

Jalan Utama Desa Lubok Pusaka Langkahan Rusak Parah, Pemerintah dan PHE NSB Dinilai kurang perhatian terhadap keluahan masyarakat di sekita itu ujar ketua PMA tersebut.

Ada pun desa yg terisolir diwilayah aceh timur desa sijudo,desa sahraja,desa sejuek dan desa blang sunong,ini adalah wilayah ber operasi perusahaan tringle tersebut,ujar ketua PMA Dr.T Rasyidin

Yang paling parah lagi perusahaan tersebut sudah begitu lama beroperasi di wilayah pedalaman aceh timur, tetapi untuk akses jalan yang memyentuh masyarakat disekitar itu tidak pernah di hiraukan oleh perusahaan tersebu,

Info yang kami dapatkan dari tokoh masyarakat desa lubok Pusaka aceh utara dan tokoh masyarakat pedalaman aceh timur, menceritakan apa yang mereka rasakan sekarang ini, dengan keberedaan perusahaan tersebut.

Kita memintak perusahana medco yang beroperasi wilayah aceh timur untuk tidak melihat masyarakat disekitar dengan sebelah mata, karna kontribusi terhadap masyarakat sekita itu kurang diperhatikan.

Pada Saat musim kemarau warga harus melawati jalan berbatu dan berdebu, sementara saat musim hujan terpaksa harus mengarungi lumpur dan jalan berlubang, itu potret kehidupan sehari-hari yang di alami oleh warga Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabuapaten Aceh Utara.

Kondisi jalan yang rusak yang tak pernah tersentuh perhatian dan kepedulian dari Pemerintah serta pihak perusahaan Gas yang beroperasi di Desa mereka, membuat masyarakat kian kecewa dan putus asa. Bertahun-tahun hidup dalam penderitaan di Negeri kaya Minyak dan Gas serta berlimpahnya Dana Otsus puluhan triliun yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat.

Bahkan lebih miris lagi di desa mereka sendiri terdapat 7 sumur gas (onshore) yang telah kuras puluhan tahun oleh perusahaan raksasa mulai dari Pertamina Hilir Energi (PHE) dan Tringle dan Medco selain itu Masyarakat Lubok Pusaka yang tak sedikit menyumbang untuk devisa negara dari sektor pertanian dan perkebunan. Selain itu hampir setiap hari lalu lalang kenderaan karyawan dan angkutan alat berat dari perusahaan ekplorasi gas Triangle Pase. Inc yang beroperasi di Kabupaten Aceh Timur.”ujar Dr T rasyidin

Kita bisa melihat secara langsung kondisi jalan dan menggali berbagai informasi yang menjadi keluhan dan kendala yang dihadapi masyarakat, diwilayah aceh timur yg langsung kami konfirmasi dgn kechik Alamsyah Desa sijudo yang berlokasi di wilayah aceh timur.

Dari pantauan LSM PMA tampak kondisi jalan sangat memprihatinkan, hampir semua jalan rusak parah yg berada di dua lakasi aceh utara dan aceh timur jalan yg begitu berlubang, baik jalan umum antar desa maupun jalan line bekas milik Exxon Mobil hancur, jangankan roda empat roda untuk pengguna roda dua saja sangat sulit dilewati.

Tokoh masyarakat Lubok Pusaka mengungkapkan, geginilah keadaan Desa nya, menurutnya, berpuluh-puluh tahun hidup menderita karena keadaan jalan, dikala musim kemarau harus melawati jalan berbatu dan berdebu, jika musim hujan harus berjibaku dengan jalan penuh lumpur.

“Lebih memprihatinkan lagi kata Tokoh desa tersebut anak-anak tidak bisa sekolah dan belajar mengaji, bahkan ada anak sekolah harus mengarungi lumpur dan jalan yang licin,” ujarnya.

Menurutnya, banyak mobil yang tersangkut, baik mobil pribadi maupun mobil yang membawa angkutan hasil pertanian yang tidak bisa lewat, bahkan tak sedikit pengendara yang jatuh karena jalan nya licin dan berlumpur.

Hal senada juga disampaikan Syaiful Anshori tokoh masyarakat setempat yang mengaku sangat kecewa dengan Pemerintah, mereka seperti nya tidak peduli dan merasakan bagaimana penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat.

“Mereka baru datang kemari ketika saat kampanye, mereka begitu semangat datang memelas suara masyarakat agar memilih nya baik Gubernur, Bupati, Dewan, termasuk anggota DPD, Namun sekarang setelah terpilih dimana mereka,” keluhnya dengan nada kesal.

“Jalan di Desa Lubok Pusaka maupun akses menuju pusat kota banyak kubang kerbau, jangan kan manusia babi saja sulit dilewati,” cetus Syaiful

Akibat jalan rusak semua harga barang mencekik, sedangkan hasil, petani masyarakat anjlok dua kali lipat karena biaya angkutan mahal disebabkan jalan yang rusak parah.

Selain itu ujar Syaiful, pihak perusahaan Pertamina Hilir Energi (PHE) tak peduli dengan nasib masyarakat lingkar operasi, padahal mereka mengekplorasi 7 sumur gas bertahun-tahun.

“Seharusnya jalan mereka sendiri diperbaiki karena jalan tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, ini jangan kan pernah dibantu dana CSR, jalan line milik mereka sendiri tak pernah diperbaiki,” ucap Syaiful.

“Bagaimana kami bisa sukseskan program pak Presiden Jokowi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, jalan saja sangat rusak, Pemkab Aceh Utara tak peduli nasib masyarakat pedalaman, begitu pula pihak perusahaan,” tandasnya.

Kami mengharapkan perusahaan yg beroperasi di daerah itu betul fokus membatu dan bangun pasilitas yg di perlukan oleh masyarakat, sebagaimana perjanjian yg perna di buat sebelum perusahaan itu beroperasi wilayah tersebut”ujar Dr T rasyidin

 

Pewarta : Jul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *