Terkait alat excavator di kawasan hutan gunung Rumagit, Polda Sulut terkesan tutup Mata

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sulawesi Utara sangat terkenal dengan kekayaan SDA yang berlimpah ruah, Kandungan Emas yang ada di Sulut dari data Potensi Sumber Daya Mineral dan Migas Provinsi Sulut, khususnya emas yang terdata kurang lebih 51,150,448 ton tersebar di Bolmong Raya, dan Sekitarnya

Hal tersebut membuat ketertarikan para Investor untuk berinvestasi di Sulawesi Utara. Namun dibalik kekayaan SDA yang berlimpah ruah sejumlah permasalahan yang berdampak langsung terhadap masyarakat terlebih khusus di Lingkar Tambang pun tak bisa terelakan, mulai dari Penguasaan Lahan secara sepihak, Limbah B3, pengrusakan Lahan dan Hutan, sampai dengan pertambangan ilegal yang dilakukan para pengusaha nakal tanpa mengantongi ijin yang resmi, Alias Ilegal

Aktifitas penambangan ilegal logam mulia berjenis emas di lokasi kawasan hutan gunung rumagit yang menggunakan beberapa alat excavator, mendapatkan sorotan dari wakil ketua devisi intelijen investigas Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Ahmad Derek Ismail, “Kepada mitrapol.com menjelaskan, bahwa aktifitas penambangan logam mulia berjenis emas di wilayah hutan Gunung Rumagit yang di duga di lakukan oleh oknum jendral berinisial FM alias frengky terkesan dibiarkan oleh Aparat Penegak Hukum baik pihak Polres kota – kotamobagu maupun pihak Polda Sulut.

Sementara pada saat polda sulut masi dijabat Kapolda yang lama hampir semua PETI di bolmong di police lain dan bahkan para pelaku perusak lingkungan dan perampok harta kekayaan alam di proses dengan tanpa memandang bulu,

Akan tetapi anehnya saat terjadi pergantian kepemimpinan di tubuh Polda Sulut aktifitas perusakan hutan dan lingkungan serta perampokan harta kekayaan alam semakin menggurita dan terkesan dibiarkan oleh aparat penegak hukum.

Untuk itu kami mendesak agar kementrian kehutanan dan lingkungan hidup, (LHKN) dan Kementerian ESDM beserta kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk segera turun dan mengevaluasi kinerja Kapolda Sulut dalam mengatasi permasalahan PETI di Bolmong dan Boltim.

Jika terbukti aktifitas PETI di wilayah Potolo,Talugon dan Gunung Rumagit serta Osing – Osing yang di duga terkesan di biarkan, kiranya Bapak Kapolri segera mencopot kapolda sulut dari jabatannya dan memproses para pelaku PETI dengan tanpa memandang bulu.

Polri diketahui telah mengeluarkan Surat Edaran nomor R/2029/XI/2019 dan ditandatangani Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo pada15 November 2019. Surat itu berisi imbauan kepada kepala daerah agar segera melapor kepada pimpinan Polri bila ada upaya permintaan/intimidasi/intervensi yang dilakukan oleh oknum anggota Polri.

Derek Imail mengatakan, bahwa kekayaan SDA di Sulut sangat menggiurkan, maka dari itu Instansi terkait terlebih khusus Kementrian Energi dan Sumber Daya Alam harus extra ketat untuk mengawasi pengolahan Hasil Kekayaan SDA tersebut.

“Hasil Kekayaan SDA di sulut sangat menggiurkan, maka dari itu Kementrian ESDM yang memegang mandat untuk mengawasi Pengolahan SDA harus Extra Ketat agar supaya Pengolahannya sesuai dengan mekanisme yang benar dan mengurangi Dampak yang timbul di masyarakat yang ada di Lingkar Tambang,”Ujar Derek

Masih kata Derek Ismail, untuk pengawasan pengolahan pertambangan di Sulut masih Jauh dari kata “Baik” pasalnya masih banyak persoalan yang muncul dimasyarakat akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan aparat penegak Hukum diwilayah Sulawesi Utara, Sejumlah masalah masih muncul, mulai dari maraknya Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) sehingga banyak memakan korban Jiwa, penerbitan ijin yang tidak sesuai dengan mekanisme yang ada, bahkan diduga terjadi pembiaran terhadap para pengusaha dan para oknum aparat kepolisisan yang nakal yang dengan terang-terangan melakukan pertambangan ilegal dengan menggunakan alat berat contohnya di Lokasi Potolo dan tempat lainnya.” Cetus Derek sambil mengakhiri

 

Pewarta : CR07

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *