Mediasi Tanpa Titik Temu, Ketua FSPTI – SPSI Provinsi Lampung Meminta tegakan keadlian

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Guna menyelesaikan permasalahan dan perselisihan kedua organisasi, terkait perebutan dana/jasa ongkos bongkar muat barang di Pasar Kota Metro, akhirnya Kesbangpol Kota Metro beserta jajaran terkait melakukan mediasi dengan memanggil Ketua OBFII (Organisasi Buruh Formal dan Informal Indonesia) dan Ketua DPC FSPTI (Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia) Kota Metro, Rabu (20/01/2021).

Plt. Kepala Kesbangpol Kota Metro, Denny Ferdinan S. Raya, SH menjelaskan dan membenarkan telah terjadi perselisihan antara kedua organisasi dalam pengelolaan ongkos jasa bongkar muat.

“Benar, mereka minta dimediasi antara organisasi OBFII dan FSPTI, terkait mengenai ongkos jasa transportasi bongkar muat yang ada dipasar Kota Metro.Akhirnya, tadi dalam mediasi tidak menemui kata sepakat, dalam arti untuk keduanya bekerjasama dalam pengelolaan ongkos bongkar muat,” jelasnya.

Kemudian,Lilik Iswadi selaku Ketua OBFII Kota Metro mengatakan,bahwa dalam mediasi tidak ada titik temu.

“Hari ini tidak ada titik temu,antara kedua belah pihak.Tapi saya menyarankan agar tidak terjadi anarkis dan menimbulkan hal – hal yang tidak diinginkan,” kata Lilik.

Lanjut,Chaidirsyah sebagai Ketua DPC FSPTI Kota Metro,membenarkan juga tidak ada titik temu dalam mediasi dan sementara waktu melarang semua pihak mengatasnamakan organisasi.

“Ya bener enggak ketemu, kesepakatan penyelesaian permasalahan itu,antara OBFII dengan FSPTI.Intinya jika dikemudian hari dalam bongkar muat mengatasnamakan OBFII dan FSPTI,nanti akan ditindak oleh pihak yang berwajib dan permasalahan ini akan dibawa ke ranah hukum ,” ujar Chaidir.

Sementara itu,Hi Jazuli sebagai Ketua DPD FSPTI – SPSI Provinsi Lampung,dalam memedias juga ikut memaparkan tentang organisasi tersebut.

“Konfederasi membawahi delapan federasi yang membawahi salah satunya adalah Niba ( perniagaan dan perbankan ),SPTI ( Serikat Pekerja Transportasi Indonesia ).Jenis pekerja ada tiga yakni pekerja tetap,pekerja kontrak, pekerja lepas.Dalam hal ini yang tergabung dalam FSPTI,seperti pekerja di terminal dan pasar.Jika melihat OBFII saya kurang tahu,apakah paguyuban ataukan LSM.Terkait hal ini kami akan menyampaikan ke tingkat Provinsi.Saya meminta kepada kesbangpol memberikan upaya ke pengadilan,mengadili seadil – adilnya mana yang benar itu benar ,” papar Jazuli.

Hadir dalam mediasi tersebut,Plt.Kepala Kesbangpol Kota Metro,Denny Ferdinan S. Raya, SH,Kapolsek Metro Pusat,Danramil Metro Pusat,Kasat Pol PP Metro,Ketua DPD FSPTI – SPSI Provinsi Lampung,Hi Jazuli Isa dan Chaidirsyah selaku Ketua DPC FSPTI Kota Metro,Ketua OBFII Kota Metro serta dinas terkait lainnya.

Dalam pembahasan/mediasi tersebut tidak ditemukan titik jalan temu dan hanya menerangkan hal – hal sebagai berikut:

1. OBFII terbentuk 4 tahun yang lalu dari tahun 2016,dimana pada waktu itu FSPTI masih dalam keadaan vacum sampai pada waktu yang tidak dapat ditentukan.Kemudian pada bulan November 2020 FSPTI muncul kembali yang akhirnya memicu perselisihan terkait perebutan dana/jasa OBFII yang telah berjalan.

2. Menurut Ketua DPC FSPTI Kota Metro,jikala keluar malam sesuai SK datang dari OBFII berdebat adu mulut dikarenakan merebut dana/jasa ongkos bongkar muat barang bagian FSPTI,kemudian direbut kembali oleh OBFII.

3. Bahwa para pihak dengan ini tidak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan di atas secara damai dan kekeluargaan.

Selanjutnya berdasarkan uraian diatas,kedua belah pihak dihadapan saksi – saksi dengan ini :

1. Tidak menemui kata sepakat pada hari ini.

2. Keberadaan organisasi bongkar muat dipasar kota Metro di nilai menimbulkan permasalahan.

3. Pemkot Metro menghimbau pedagang pasar Metro untuk tidak menggunakan jasa bongkar muat dari pihak manapun.

4. Pemkot Metro mengeluarkan peraturan terkait tidak ada jasa bongkar muat/organisasi bongkar muat dikota Metro.

5. Pemkot Metro akan menyurati Kemenkumham terkait keberadaan kedua ormas tersebut di Kota Metro.

 

Pewarta : Muktaridi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *