Melalui Program Saba Pesantren, Kapolda Banten pererat silaturahmi dengan Ulama

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banten – Untuk mempererat tali silaturahmi dengan Pondok Pesantren Polda Banten melaksanakan “Saba Pesantren” hal ini merupakan salah satu dari 12 program Kapolda Banten Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto, SH.,MH.,MBA, yang disampaikan dalam Commander wish dan merupakan program ke 6 yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Falah yang di asuh oleh Kiyai Sepuh Banten KH. Baijuri, Selasa (19/01/2021).

Dalam kegiatan saba pesantren tersebut, Kapolda Banten bersama jajarannya disambut langsung Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falah Kiyai Haji Bajuri beserta para santrinya, dengan ramah humanis seperti halnya menyambut tamu yang lain, sehingga terlihat kehumanisan kedua belah pihak baik tamu maupun dari pihak tuan rumah.

Kapolda Banten Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto, SH.,MH.,MBA, dalam giatnya mengatakan, kegiatan ini adalah merupakan program Polda Banten dalam Jargon Pendekar Banten, yang dalam program tersebut dijelaskan agar Polisi yang Empati, mengayomi serta dekat dengan rakat.

“Kegiatan “Saba Pesantren” merupakan salah satu langkah preventif untuk mempererat tali silaturahmi dan memberikan himbauan terhadap masyarakat agar selalu mematuhi Protokol Kesehatan dengan cara menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, agar tetap menjaga jarak atau physical distancing, serta selalu berdoa agar semuanya terhindar dari virus Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi di tempat terpisah menambahkan, terhadap wartawan bahwa Kapolda Banten dalam Commander wish nya  ada 12 Program yang di sampaikan Yakni, Ngaji Bareng Kapolda, Rukun Ulama Umaro, Yuk ngopi wae, Subuhan Keliling, Saba Pesantren, Sowan Sesepuh, Ronda Siskamling, Guyub TNI-Polri, Sinergi 3 Pilar, Warung Jum’at, Polisi Sayang Anak Yatim, dan Penguatan Manajemen Media.

Lanjut kabid humas,” Bahwa program saba pesantren ini bertujuan untuk lebih mendekatkan diri antara polisi dan para kiayi pengasuh pondok pesantren maupun para santriawan dan santriawati nya,” Pungkasnya.

 

Pewarta : Muklis/Hms

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *