PH Minta, Halim Wijaya Dibebaskan dari unsur dakwaan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Majelis hakim dimohon untuk membebaskan terdakwa Halim Wijaya dari unsur dakwaan penuntut umum. Sebab tindak pidana yang disebutkan dalam dakwaan tidak berkesesuaian dengan peristiwa hukum yang sebenarnya.

Hal itu dikatakan tim Penasihat Hukum (PH) terdakwa Halim Wijaya dalam eksepsi (nota keberatan) terhadap dakwaan JPU yang dibacakan dalam persidangan virtual di ruang Cakra-4 PN Medan, Selasa (19/01/2021) .

Menurut Fakhrul Razi, Simon Sihombing dan Ria Harapenta Tarigan, selaku PH terdakwa, JPU keliru dalam dakwaannya (error in personal).

” Untuk itu, Kami meminta kepada majelis hakim agar membebaskan terdakwa dari unsur dakwaan, ” ujar PH dalam eksepsi yang dibacakan dihadapan majelis hakim diketuai Denny L.Tobing.

Alasannya, dakwaan kesatu primer disebutkan telah melakukan tindak pidana Pasal 378 KUHP jo pasal 55 ke-1 KUHP, subsider pasal 378 KUHP jo pasal 56 ke-1 KUHP.

Kemudian, dakwaan kedua primer , melakukan tindak pidana pasal 372 KUHP jo 55 ke-1 KUHP, subsider pasal 372 KUHP jo pasal 56 ke-1 KUHP.

Perlu diketahui, transfer uang ke rekening terdakwa bukan kehendak terdakwa tapi kehendak saksi Siska dan saksi korban Rudi Hartono Bangun (RHB)

Apalagi terdakwa mengetahui, saksi siska dan saksi korban RHB sebagai teman lama, dan saksi RHB selaku anggota DPR-RI sedang mencalonkan diri sebagai kepala daerah Kab. Langkat.

Selain itu, papar PH, terdakwa juga mengetahui saksi siska dan RHB berpacaran dan ingin melangsungkan pernikahan.

Dengan begitu tidak cukup alasan bagi JPU untuk mendakwa Halim Wijaya dalam perkara penipuan penggelapan.

Dakwaan JPU prematur, terlalu dini mendakwa Halim Wijaya, sebab tidak layak sebagaimana dimaksud pasal 143 KUHAP.

Sebab sesuai dakwaan, terdakwa bersama-sama saksi siska, atau turut membantu dalam melakukan tindak pidana.

Semestinya, sesuai pasal 143 KUHAP, saksi Siska yang lebih dahulu didakwa baru kemudian terdakwa Halim Wijaya,”ungkap penasehat hukum.

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *