Polsek Tempilang Polres Bangka Barat ungkap kasus tindak pidana persediaan obat Farmasi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Babar – Polsek Tempilang Polres Bangka Barat melaksanakan konferensi pers atas keberhasilan Polsek Tempilang dalam pengungkapan kasus tindak pidana persediaan Obat Farmasi di Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat. Rabu (20/01/2021)

Konferensi Pers pengungkapan kasus tindak pidana persediaan obat Farmasi ini di Pimpin oleh Kapolsek Tempilang Iptu R.T. A. Sianturi, Seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Fedriansah SIK.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang diberikan oleh BPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada unit Reskrim Polsek Tempilang bahwa hari Selasa 19 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 wib, akan ada pengiriman obat – obatan Merk Dekstrometorfan masuk ke wilayah Tempilang melalui ekspedisi J&T, kemudian anggota segera berkoordinasi dengan pihak J&T dan ternyata benar ada paket mencurigakan yang terlihat pemiliknya datang untuk mengambil paket di Gang Anyai Desa Tempilang Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat.

Selanjutnya anggota Polsek Tempilang dipimpin oleh Kapolsek Tempilang IPTU R.T.A Sianturi, SH,MH melakukan penggerebekan terhadap pelaku dan berhasil diamankan juga mengaku bernama RO (29) warga Dusun Sika Desa Tanjung Niur Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat, saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan Oleh warga setempat, paket tersebut dibuka dan didalamnya ditemukan barang bukti berupa obat-obatan jenis Dextromethorpan sebanyak 1 paket Besar berjumlah 1000 butir,”ungkap Kapolsek Tempilang

Dijelaskan bahwa persediaan obat farmasi ini diproduksi sendiri oleh farmasi, namun izin edar nya sudah dicabut dan tidak boleh diperjual belikan lagi

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan,1 buah plastik bening yang berisikan obat-obatan jenis dextromethorpan dengan jumlah 1000 butir, 1 buah kotak kardus pengiriman ekspedisi, 1 unit Sepeda Motor Merk YAMAHA JUPITER MX warna hijau, 1 unit hp merk VIVO warna biru metalik.

Pelaku dikenakan pasal 197 undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke mako Polsek Tempilang untuk untuk diamankan guna proses hukum lebih lanjut.” terang Kapolsek Tempilang.

 

Pewarta : Teblyandi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *