Diduga akibat kurang sigapnya Supplier, Penyaluran BPNT Desa Rancaseneng terlambat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Berbagai masalah kini masih menyelimuti penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Pandeglang, pasalnya, mulai dari ke tidak pastian jadwal penyalurannya hingga banyaknya agen e-waroeng yang berpindah PO ke supllier baru dengan alasan yang tidak jelas hal tersebut menjadi tanda tanya bagi publik dan para sosial control.

Dari hasil investigasi dan konfirmasi awak media di lapangan, ada salah satu warga keluarga penerima manfaat (KPM) sebut saja ibu Awi dari desa ranca seneng, Ia mengatakan,”kalau dirinya merasa heran karena saat ini belum menerima bantuan tersebut sedangkan di desa yang lain sudah ter-realisasikan.

“Kok di desa kami belum ada pembagian sembako yah ? padahal warga desa tetangga sudah mendapatkan sembako,kenapa bisa begitu, ada apa ya? Ucapnya dengan nada kesal.

Di tempat terpisah Dodong selaku pendamping program bantuan pangan non tunai (BPNT) saat di temui awak media di kediamannya mengatakan.

“Saya juga heran, kenapa 4 agen yang di supplier oleh PT. kenzione sudah tersalurkan pada hari Selasa tgl 19/01/2021 akan tetapi untuk 9 agen yang di Supplier oleh PT.sumber rizki bersama sampai hari ini blm ada informasi terkait penyaluranya padahal itu PT yang baru, harus nya mereka lebih terampil dalam hal penyaluran tersebut.tegasnya

Lanjut Dodong,”Sebetulnya jadwal itu sudah di buatkan sekaligus sudah di tentukan oleh kepala dinas sosial (Kadinsos) kabupaten pandeglang per tanggal 16/01/2021, tandasnya

Menurut keterangan dari agen e waroeng desa Ranca Seneng, saat di konfirmasi via WhatsAppnya, mengatakan perihal pengiriman barang sembako, baru akan di kirim pada hari kamis tanggal 21 januari oleh pihak supplier baru, terangnya

Menanggapi hal tersebut, Soleh selaku anggota Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) menyayangkan dan merasa miris, melihat ke tidak karuan program BPNT di kabupaten Pandeglang, khususnya di Kecamatan Cikesik, karena menurutnya, kejadian tersebut semakin carut-marut.

Seharusnya Supllier dan para agen e -waroeng sigap menerapkan landasan (6T) yakni Tepat sasaran, Tepat Harga, Tepat jumlah, Tepat mutu, Tepat administrasi, dan Tepat waktu, agar keluarga KPM merasa puas dan program BPNT ini berjalan dengan baik, tandasnya. Kamis (21/01/2121).

 

 

Pewarta : Heru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *