Himpun dana masyarakat, Rusdiono divonis tiga perkara penipuan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Petualangan bisnis Ir Rusdiono (48), selaku pengelola koperasi simpan pinjam memasuki babak akhir, setelah divonis oleh majelis hakim dalam tiga perkara penipuan.

Dalam persidangan virtual di ruang Cakra-3 PN Medan, Rabu (20/01/2021) , Rusdiono divonis 3 tahun penjara, 3 tahun penjara dan 2 tahun penjara, total menjadi 8 tahun penjara.

Menurut majelis hakim terdiri dari Jarihat Simarmata, Tengku Oyong dan Bambang Winarno, terdakwa terbukti bersalah sesuai dakwaan ketiga, yakni melakukan penipuan terhadap nasabah Koperasi Simpan Pinjam Dan Pembiayaan Syariah Baitul Maal Wattamwil Amanah Ray (KSPPS BMT Amanah Ray).

Dalam menjatuhkan putusan ini, majelis hakim tidak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Zamachsyari dan Randi Tambunan dari Kejati Sumut yang menuntut terdakwa sesuai dakwaan pertama.

Dalam tuntutan disebutkan, terdakwa Ir Rusdiono
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan, tanpa izin usaha dari Bank Indonesia.

Terdakwa dituntut 7 tahun penjara, denda Rp 10 milyar, subsider 3 bulan penjara, karena terbukti bersalah melanggar Pasal 46 ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Kemudian, Rusdiono warga Jln. Madrasyah No. 2 Kel. Deli Tua Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang
dituntut lagi selama 13 tahun penjara, denda Rp.100 milyar subsider 3 bulan kurungan.

Lalu tuntutan selanjutnya, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, dengan pidana, sudah dipidana maksimal di dalam perkara lainnya.

Perlu diketahui, terdakwa Ir Rusdiono merupakan Dirut atau Ketua Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Dan Pembiayaan Syariah Baitul Maal Wattamwil Amanah Ray (KSPPS BMT Amanah Ray).

Peristiwanya, antara tahun 2012 sampai dengan 2019, terdakwa yang berpendidikan S-2 Magister Menegemen ini menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari Bank Indonesia.

Semula tahun 2012, terdakwa diangkat sebagai Ketua Pengurus atau Direktur Utama KSPPS BMT Amanah Ray dan menyelenggarakan kegiatan usaha simpan pinjam.

Kemudian, sekitar tahun 2013 KSPPS BMT Amanah Ray berkembang memiliki 7 kantor cabang yang berada di seputaran kota Medan, Binjai dan Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kacaunya, terdakwa tidak hanya melakukan kegiatan simpan pinjam khusus untuk anggota koperasi, tapi sejak 2012 sampai 2019 telah melakukan penghimpunan dana dari masyarakat umum nonanggota koperasi.

Nah, sebagai penarik, terdakwa membuat berbagai bentuk simpanan dengan berbagai nama, antara lain Tabungan Harian Biasa, Tabungan Pendidikan, Tabungan Idul Fitri, Tabungan Qurban dan Tabungan Berjangka (Tajaka)/Tabungan Deposito.

Simpanan maupun deposito ditawarkan kepada masyarakat dengan iming-iming bunga bervariasi, jenis tabungan dengan bunga sekitar 0,3 persen sampai dengan 0,6 persen.

Sedangkan Tajaka/Deposito dengan tawaran bunga sekitar 2,75 persen per 3 bulan, 5,5 persen per 6 bulan dan 11 persen pertahun.

Kacaunya, KSPPS BMT Amanah Ray sejak September 2019 tidak beroperasi lagi dan tidak melakukan pembayaran atau pengembalian atas dana masyarakat, sehingga banyak nasabah yang merugi dengan total milyaran rupiah

Bahkan, terdakwa sempat melarikan diri ke Pulau Jawa untuk menghindari tanggungjawabnya selaku ketua koperasi, akhirnya berhasil ditangkap pada Januari 2020.

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *