SMKS Darusy Syafaah terindikasi memark up anggaran Dana BOS

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Tengah – SMKS Darusy Syafaah terindikasi memark up anggaran Dana Belanja dan Komponen Gajih Guru Honorer dari Anggaran Dana BOS pada tahun anggaran 2020.

Menurut sumber informasi yang dapat dipercaya, peruntukan Anggaran Dana BOS untuk SMKS Darusy Syafaah pada tahun ajaran 2020/2021 yaitu, Pada Tahap I : Pembayaran Honor sebesar Rp 53.040.000., untuk Tahap II sebesar Rp : 68.510.000., dan untuk Tahap III sebesar Rp : 67.140.000., jadi Jumlah yang di peruntukan pada tahun ajaran 2020/2021 untuk Pembayaran gaji Guru Honorer di SMKS Darusy Syafaah sebesar Rp = 188.690.000., (Seratus Delapan puluh delapan juta, emam ratus sembilan puluh ribu rupiah).

Sedangkan informasi yang berhasil dihimpun dari salah satu GTY disekolah tersebut mengatakan kepada Mitrapol, mereka hanya mendapatkan gaji honorer sebesar Rp. 7500/jam.

“Dalam seminggu ya kami paling banyak mendapatkan 12 jam, berarti 12 jam × Rp .7.500 = Rp 90.000., lalu kami mengalikan, Rp 90.000 × 4 minggunya, Rp 90000 × 4 minggu = Rp 360.000., lalu kami kalikan selama 1 Tahun, Rp.360.000×12 = 4.320.000, lalu kami kalikan dengan jumlah GTY disekolah tersebut sebanyak 27 orang, jumlah keseluruhan jika 4.320.000×27 sebesar Rp = 116.640.000., (Seratus enam belas juta, enam ratus empat puluh ribu rupiah),” ungkap salah satu GTY kepada Mitrapol Senin, (11/1/2021).

Sedangkan penggunaan anggaran Dana BOS Online pada tahun anggaran 2020/2021, jumlah dana pembayaran honor di SMKS Darusy Safaah sebanyak Rp 188.690.000., berarti ada kelebihan anggaran sebesar Rp 188.690.000 – 116.640.000 = Rp 72.050.000 (Tujuan puluh dua juta, Lima Puluh Ribu Rupiah).

Tidak cukup hanya alokasi dipembayaran gaji honor guru saja, namun parahnya lagi, pada komponen kegiatan pembelajaran ekstrakulikuler Dana BOS juga Diduga terindikasi mark-up, sebab informasi yang berhasil di terima dari salah seorang GTY, bahwa selama tahun 2020.

“Kami tidak pernah melakukan kegiatan ekstrakulikuler apapun” jelasnya.

Sedangkan SMKS Darusy Safaah Menganggarkan kestrakulikuler sebesar Rp : Tahap I sebesar Rp 7.550.000., Tahap II : Rp 7.625.000., Jumlah keseluruhannya Rp = 15.175.000., selama 1 tahun.

Selain itu, Informasi yang berhasil di himpun Mitrapol di lapangan, bahwa informasi dari seorang GTY bahwa Pemeliharaan sarana dan perasarana sekolah baru akan di anggarkan tahun 2021, sedangkan dilaporan Online SMKS Darusy Syafaah sudah menganggarkan pertahun jumlahnya sebesar ; Tahap I : Rp 450.000., Tahap II : Rp 25.635.000., Tahap III : Rp 15.235.400.

Kuat Dugaan mark-up Gajih guru honor dan Anggaran belanja tersebut adalah modus Oknum Kepala SMKS Darusy Syafaah, untuk mengelabui Pemerintah dan Masyarakat terutama wali murid, guna untuk memperkaya diri sendiri.

Dalam hal ini, Kepada Dinas terkait dan Penegak Hukum agar dapat menindaklanjuti terkait Dugaan mark-up gajih honor dan Anggaran Dana Belanja di SMKS Darusy Syafaah, agar virus serupa tidak menular ke Sekolah lainnya.

 

 

Pewarta : Lami

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *