Minta “upeti” catut nama bupati, Plt. Kadis Perkim Labuhanbatu divonis satu tahun penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut –  Terbukti menerima upeti alias suap, Paisal Purba (42), Plt Kadis Perkim Kab. Labuhan Batu dan Zefri Hamsyah (43), ASN Perkim Kab. Labuhanbatu, divonis masing-masing  satu tahun penjara denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Putusan itu disampaikan majelis hakim Tipikor diketuai Jarihat Simarmata yang bersidang di ruang Cakra-7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (21/1/2021)..

Persidangan yang beragenda pembacaan putusan itu, langsung dihadiri kedua terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya dari Kantor Hukum AGP, Bayu Nanda, Doni Hendra Lubis dan Anggi Nugraha Sakti.

Menurut majelis hakim, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, menerima pemberian berupa hadiah atau uang  yang terkait dengan jabatannya.

Para terdakwa melanggar Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana

Putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan JPU Robertson yang menuntut kedua terdakwa masing-masing satu tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Peristiwanya, Senin 02  Maret  2020 sekira pukul 13.30 Wib, terdakwa Zefri Hamsyah terkena OTT oleh petugas Polda Sumut di cafe Milenial di jalan SM. Raja Kab. Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Sesuai dakwaan. Awalnya, terdakwa Paisal Purba, Plt. Kadis Perkim Kab. Labuhan Batu,  meminta uang kepada Ilham Nasution, selaku pelaksana pembangunan gedung D RSUD Rantau Prapat TA 2019 .

Uang yang diminta cukup besar, Rp 2 milyar, dengan alasan untuk memperlancar proses pengajuan termyn kelima, progress pekerjaan 100 persen.

Dalam aksinya terdakwa Paisal   menggunakan kewenangan orang lain, yakni mencatut nama Bupati dan adik Bupati Labuhan Batu.

Saksi Ilham Nasution merasa gerah, sangat keberatan dengan permintaan ifu, dan mengatakan tidak memiliki uang sebesar Rp 2 milyar.

Ujung terjadi tawar menawar, sehingga, Ilham Nasution bersedia memberi uang Rp 1,5 milyar, berupa uang tunai Rp 40 juta dan selembar cek nominal Rp 1.445.000.000.

Meski demikian, tak putus akal, sebelum menyerahkan upeti itu, ilham Nasution terlebih dahulu melapor ke Polda Sumut, tentang praktek pemerasan yang dilakukan terdakwa.

Nah, janji pun dipenuhi, namun yang datang mengambil uang bukan terdakwa Paisal, tapi terdakwa Zefri Hamsyah.

Apes memang, saat mengabil amplop berisi uang dan cek tunai di cafe Milenial di jalan SM. Raja Kab. Labuhan Batu, terdakwa Zefri Hamsyah kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh petugas Polda Sumut.

Belum putus disitu. Soalnya,  terdakwa Paisal Purba, selaku orang yang memerintahkan, buru-buru menyerahkan diri, sehingga perkaranya pun bergulir di PN Medan.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *