LP2KP Derek Ismail, Diduga Polres Boltim Kaku Tindak Pelaku PETI Talugon

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kerusakan lingkungan di perkebunan Desa Buyandi Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara, akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat Excavator dan lebih parahnya lagi mereka Bahan Berbahaya berjenis Cn untuk mengolah hasil pertambangan tersebut. Minggu 24/01/2021

Aktifitas PETI di lokasi Talugon pada pemberitaan sebelumnya, aparat penegak hukum dalam hal ini telah melakukan police line dilokasi tersebut

Namun berdasarkan pantauan media ini, para pelaku perusak lingkungan dan perampokan harta kekayaan alam yang di duga dilakukan AP alias Andi, AM alias Arman TD alias Tomi, LD alias Loli dan Ungke serta JR alias jhon yang terkesan tidak diproses oleh aparat penegak hukum Polres Boltim.

aktivis Intelijen Investigasi Ahmad Derek Ismail

 

Hal tersebut diatas, di tanggapi serius oleh aktivis Intelijen Investigasi Ahmad Derek Ismail kepada mitrapol.com Minggu 24/1/2021, Derek mengungkapkan bahwa seharusnya Kapolres Akbp Irham Halid, SIK dalam mengatasi permasalahan PETI tersebut jangan setengah hati jika bertindak dalam menegakan Hukum,” Cetus Derek

Selanjutnya Red, Harus Tegas dan maraton melakukan tindakan hukum kepada para cukong PETI tersebut, agar kerusakan lingkungan di wilayah perkebunan Desa Buyandi harus di pertanggung jawabkan, karena mengingat banyak nya terjadi Bencana Longsor yang akan terdampak langsung ke warga sekitar, maka dari itu saya mengingatkan, agar kelestarian Hutan di jaga dan dilestarikan sebagaimana yang sudah di atur oleh undang undang Kehutanan

UU 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan bertujuan untuk menjaga hutan Indonesia merupakan salah satu hutan tropis terluas di dunia sehingga keberadaanya menjadi tumpuan keberlangsungan kehidupan bangsa-bangsa di dunia, khususnya dalam mengurangi dampak perubahan iklim global.

Oleh karena itu, dalam UU 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, pemanfaatan dan penggunaannya harus dilakukan secara terencana, rasional, optimal, dan bertanggung jawab sesuai dengan kemampuan daya dukung serta memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup guna mendukung pengelolaan hutan dan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan bagi kemakmuran rakyat.” ungkap Derek

Apalagi yang membuat Kapolres Boltim merasa kaku dalam melakukan penegakan hukum secara TEGAS kepada para cukong – cukong peti, sementara berdasarkan informasi yang kami dapatkan “pada saat anggota Polisi Polres Boltim melakukan police line dilokasi PETI Talugon, ada satu unit excavator yang digunakan TD alias Tomi yang turut di police line,”tanya Derek.

Derek juga menambahkan bahwa dirinya masi optimis meyakini, bahwa Kepolisian Polres Boltim akan menindak secara tegas para cukong Peti ditalugon, untuk menjaga alam kelestarian lingkungan diwilayah Boltim dan Sekitarnya.”tutup Derek sambil mengakhiri pembicaaraan bersama wartawan media ini.

 

Pewarta : Cr07

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *