Tangkap sindikat pemalsuan suket hasil Swab Covid-19, Polisi akan telusuri para pengguna

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Subdit 4 Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku sindikat pemalsuan surat keterangan hasil Swab anti gen Covid-19 dan tes Swab – PCR Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus yang didampingi oleh Dir Krimum, Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat serta Kabag Binops AKBP Ahsanul Muqaffi, membenarkan adanya 8 orang tersangka yang sudah diamankan diantaranya berinisial RSH, RHM, IS, MA, SP, MA, dan Y. sementara 1 orang tersangka lagi masih dibawah umur hingga kita tidak hadirkan, tiga diantaranya adalah perempuan.

“Ada 8 pelaku yang ditangkap satu diantaranya masih dibawah umur. Dari 8 orang ini 5 laki laki dan 3 wanita,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya. Senin (25/01/2021).

Yusri menambahkan, jajarannya pada bulan Desember 2020 yang lalu telah berhasil mengamankan dua pelaku pemalsuan PCR dan Swab Antigen yang di tawarkan melalui media sosial.

“Dua minggu yang lalu juga Polres Bandara Soetta telah mengungkap satu kasus pemalsuan surat PCR dan juga swab antigen dengan tersangka 15 orang yang terorganisir, dan pelakunya juga orang dalam, serta beberapa tersangka lainnya,” ungkap Yusri

Pada saat yang sama, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, (Dirkrimum PMJ), Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan pihaknya akan terus melakukan “Trachking” terhadap para pengguna jasa tersebut yang berjumlah ratusan orang.

“Upaya untuk melakukan tracking terus kami lakukan, ini baru saja kami sudah lakukan dan kemudian akan kami lakukan pendalaman siapa saja yang sdh melakukan dan menggunakannya” ujar Tubagus

Menurutnya, pemalsuan surat keterangan hasil test PCR ini adalah bagian dari penyelewengan yang bersifat merugikan banyak pihak dan perlu ditindak dengan tegas secara hukum. Sehingga angka covid secara fakta tidak adanya tanda-tanda penurunan.

“Yang membuat kena, yang menyuruh melakukan juga kena, dan yang menggunakan surat palsu juga kena juga. Semua akan kita tindak dan proses secara hukum yang berlaku” jelas Tubagus.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Polisi juga menyita alat pembuatan surat palsu tersebut seperti komputer, printer dan stempel

 

Pewarta : BS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *