Beredar ajakan rusuh di Manokwari, Wagub Papua Parat : Awas dibohongi provokator

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Prov.Papua Barat, Muhammad Lakotani, SH.,M.Si.

MITRAPOL.com, Manokwari Papua Barat – Ditahui dari sebuah akun Face Book milik salah satu warga beredar seruan atau ajakan yang bernada provokasi dengan bunyi “Manokwari 26 Januari 2021, Monyet Papua Turun ke Jalan”

Isi dari seruan/ajakan tersebut adalah Manusia Papua serupa Gambar Allah. Menggapa Era pemerintahan Jokowi Rasis kepada orang Papua terlalu berlebihan.

Benar benar orang Papua Monyet. Pasti tidak lakukan perlawanan, tetapi, Orang Papua Sebagai Serupa Gambar Allah. Maka, seluruh Rakyat Papua di Kota Manokwari Turun Kejalan.

Adanya seruan atau ajakan tersebut berkaitan dengan rasisme yang ditujukan kepada Natalius Pigai.
Postingan seruan tersebut dimungkinkan sengaja dibuat oleh oknum tertentu untuk menghasut masyarakat OAP untuk bersama-sama melakukan aksi Unjuk Rasa memprotes Rasisme.

Apabila dilaksanakan seruan tersebut maka tidak menutup kemungkinan kejadian kerusuhan seperti 19 Agustus 2019 di Manokwari bisa kembali .

Bertempat di Hotel Aston New Jl. Drs. Esau Sessa Sowi Kabupaten Manokwari telah dilakukan Konfrensi Pers Pernyataan Sikap oleh Wakil Gubernur Papua Barat konfrensi pers yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Prov.Papua Barat, Muhammad Lakotani, SH.,M.Si.

Tentu dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas di Papua Barat, “Kepada masyarakat di Wilayah Provinsi Papua Barat kami juga atas nama pemerintah kami minta mari kita memberikan dukungan kepada aparat penegak Hukum dalam hal ini Kepolisian supaya mengambil langkah-langkah cepat dan kemudian menangkap dan memproses Hukum.

Kepada kita semua mari kita jaga kondusifitas daerah kita ini supaya tetap aman, tetap damai supaya apapun aktifitas (kerja) kita apakah kita mahasiswa, apakah kita pelajar, apakah kita pedagang, apakah kita tukang ojek, nelayan, pegawai negeri, kita dapat melaksanakan seluruh aktifitas kita dengan baik dan juga tanpa ada gangguan-gangguan yang berarti.

Kita sedang dalam proses membangun daerah ini, jangan sampai kita memberikan reaksi yang berlebihan tentu akan merugikan daerah kita sendiri, merugikan apa yang sudah kita kerjakan dalam waktu yang cukup panjang dengan tentu menguras energi kita bersama, mari kita jaga hasil-hasil pembangunan yang kita capai selama ini, imbuhnya

“Oleh sebab itu mari kita semua dewasa dan bersikap lebih arif, kita memberikan dukungan kepada aparat penegak Hukum dalam hal ini Kepolisian bisa mengambil langkah-langkah cepat supaya kejadian semacam ini ada efek jera dan pembelajaran bagi siapapun yang coba-coba bermain dengan isu rasis,” pungkas wagub.

 

Pewarta : Adm

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *