DPP LPRI sayangkan keputusan Kemenhub cabut aturan batas penumpang pesawat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan aturan yang menghapus aturan batasan jumlah penumpang sebesar 50 persen dari total kapasitas angkut. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub kembali memperbolehkan pesawat untuk mengangkut penumpang berkisar 70-100 persen kapasitas angkut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP LPRI yang juga Pendiri GBNN, Syarifuddin Tahir SE.,ST.,MM, mengungkapkan rasa kecewanya.

“Aturan baru tersebut bukan tidak mungkin akan semakin beresiko, akan semakin banyak penularan virus Covid 19 di dalam pesawat apa lagi fandemik belum usai dan penambahan kasus positif Covid 19 terus melahirkan rekor tertinggi hingga mencapai belasan ribu orang perharinya,” ujar Syarifuddin Senin (25 /1/2021) dengan wajah kecewa

Lanjutnnya,“Seharusnya pemerintah mewajibkan setiap perjalanan pesawat menyiapkan tiga baris kursi kosong sebagai antisipasi karantina untuk penumpang yang terindikasi bergejala Covid -19, sementara baris bangku yang lainnya boleh diisi penumpang tanpa ada jarak dan ini yang sangat saya khawatirkan.”

Kementeri perhubungan sudah punya perhitungan sendiri namun Bung Syarif khawatir karena kabin pesawat mempunyai ruangan yang tertutup yang beresiko sangat tinggi untuk penyebaran virus sedangkan Pemerintah dan masyarakat baru-baru ini sedang menggalakan 3M dengan mengajak masyarakat mengikuti aturan protokol oleh karena itu diharapkan kebijakan ini ditinjau kembali dengan berbagai pertimbangan, karna aturan dari Mentri perhubungan masih mengharuskan bahwa setiap protokol kesehatan diterapkan namun sejumlah maskapai malah sebaliknya

Menurut Bung Syarifudin pembenahan pelayana dari pemerintah terhadap maskapai untuk peremajaan dan aturan pesawat memang baik, namun sebagai gerbang pariwisata nasional dan sebagai ujung tombak dari wisata tetap haruslah bijak membuat aturan aturan yang bisa membuat penumpang merasa nyaman aman dalam perjalanannya dan diakhir bincang-bincangnya Bung Syarif meminta kebijakan tersebut ditinjau ulang

“Kesehatan para penumpang lebih diutamakan dari pada keuntungan bagi pemilik pesawat, ini bicara nyawa orang banyak, di pesawat itu mudah tertular covid 19, ada satu saja yang terdampak covid dalam pesawat maka dipastikan virusnya bisa menyebar ke semua penumpang yang ada dalam pesawat itu, virusnya tidak bisa keluar, karen tertutp dalam pesawat, ini yang saya kwatirkan, jangan kita membela pemilik maskapai untuk mencari keuntungan tapi justru kita mengorbankan nyawa orang-orang yang tidak berdosa,” pungkas Bung Syarif.

 

 

Pewarta : Desy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *