Minimarket Digasak, Tim Satgas 3C Polda Metro Jaya Bertindak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Minimarket kerap menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan perampokan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Terkait hal tersebut, Polda Metro Jaya sampai saat ini masih mengaktifkan “Satgas” untuk memburu para pelaku kejahatan dimasa Pandemi Covid-19.

Subdit 4 Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku Pencurian Dengan Kekerasan terhadap minimarket diwilayah Ciputat, Parung dan Bogor beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan, dimasa pandemi ini tingkat kejahatan masih tinggi khususnya tindak pidana Curat, Curas, dan Curanmor, terlebih tindak pidana perampokan minimarket.

“Tim Satgas curast, curas dan curanmor (3C) masih terus berjalan dan terus mengejar para pelaku. Kenapa kita betuk tim satgas ini karena kita ketahui di masa pandemi ini tingkat jejahatan masih marak terjadi, khususnya perampokan minimarket” kata Kombes Pol. Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya. Selasa (26/01/2021).

Selanjutnya, Kombes Yusri menjelaskan kronologis kejadian perampokan, dimana polisi yang menerima laporan perampokan langsung bertindak dengan menganalisis rekaman kamera CCTV.

Setelah mengidentifikasi pelaku dan kendaraan yang digunakan, petugas langsung bergerak dan berhasil menangkap empat orang pelaku atas penangkapan awal terhadap pelaku berinisial MNU.

“MNU, ikut tersangkut menjadi tersangka karena diduga sebagai penadah barang yang dicuri dalam aksi perampokan tersebut” ungkap Kombes Yusri

Dari hasil pengembangan terhadap pelaku berinisial MNU, akhirnya Polisi berhasil mebekuk keempat kawanan perampok berinisial RJ, AG, MFA, dan WAM di kawasan Parung, Kabupaten Bogor.

“Dalam usaha penangkapan terhadap pelaku berinisial RJ, pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan tersangka RJ yang menjadi kapten komplotan perampok” ujar Yusri

Kelima tersangka berusia kisaran 18-26 tahun dan menurut kesaksiannya sudah beberapa kali melancarkan aksinya di wilayah kerja Polres Kabupaten Bogor dan Polda Metro Jaya.

Adapun menurut Yusri, Mereka akan diterjerat Pasal 365 ayat (2) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 (dua belas) tahun penjara karena berbuat kejahatan dengan ancaman kekerasan pada malam hari. Jika siang hari, ancamannya sembilan tahun penjara sebagaimana ayat 1 pasal yang sama.

 

Pewarta : BS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *