Polemik BPNT Dikecamatan Cikeusik, Kasubdit Kemensos : Kami akan cek dulu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Terkait pemberitaan yang sebelumnya diterbitkan dibeberapa media online tentang program bantuan pangan non tunai (BPNT) yang disinyalir tidak menerapkan landasan 6T yakni, Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, Tepat Kualitas, Tepat Harga, dan Tepat Administrasi, menjadi catatan tersendiri Kemensos.

Diberitakan sebelumnya, bahwa dalam pembagian BPNT, banyak ditemukan komoditi yang busuk diberbagai agen e-waroeng seperti, daging ayam, Jeruk dan sayuran, hal itu terjadi di desa Umbulan, Curug Ciung dan Cikadongdong Kecamatan Cikeusik.

Semua itu mewarnai pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan Non-tunai (BPNT) di Kecamatan Cikeusik, dan menuai polemik serta menjadi sorotan publik.

Namun akhirnya semua itu menjadi catatan bagi pihak Kemensos, hal itu di katakan ibu etty Rahmawati selaku Kasubdit kemensos via WhatsApp nya.

“Ya pak ini catatan buat kami dan akan di cek dulu, serta akan kami siapkan tim untuk turun ke lapangan.ucapnya ke awak media (25/01/2021)

Sementara itu pihak supllier PT sumber rijki bersama (SRB) dan timkoor kecamatan cikeusik serta kepala dinas sosial (Kadinsos) kabupaten Pandeglang belum memberikan komentar apapun Terkait pemberitaan-pemberitaan yang sebelumnya di tayangkan hingga sampai pemberitaan selanjutnya di terbitkan.

 

 

Pewarta :  Heru Mp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *