Bukti dan Data Dugaan Ilegal Mining, di serahkan 2 Lembaga ke Kapolres Kotamobagu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kotamobagu – Ketua Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow ( LP2BM ) Ali Imran Aduka bersama Ketua devisi Intelijen dan Investigasi Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Ahmad Derek Ismail, Rabu 27/01/2021 menyerahkan Data laporan atas dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) tepatnya di kecamatan lolayan ( Bolmong-Red).

Penyerahan laporan pengaduan atas Kegiatan ilegal mining ini berkisar pukul 01:10 Wita, yang di terima langsung oleh bapak kapolres kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK, dan di saksikan oleh beberapa awak media Baik Media Online maupun beberapa media TV nasional.

Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetia Sejati SIK, Mengatakan segera meneruskan laporan pengaduan dari kedua Lembaga Yakni LP2BM dan LP2KP ke Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Kotamobagu. Ucap Kapolres kotamobagu.

Sebelumnya juga ke dua lembaga ini baik itu LP2BM dan LP2KP sudah perna melakukan pertemuan pertama dengan kapolres kotamobagu, dan pintah kapolres saat itu, agar dapat memasukan laporan pengaduan untuk kemudian ditindaklanjuti. Sekaligus, laporan pengaduan itu langsung diserahkan kepada dirinya

Alhasil, kedua Lembaga ini menindaklanjutinya dan pada Rabu (27/01/21) menyerahkan laporan pengaduan tersebut ke kapolres kotamobagu di sertai dugaan bukti bukti berupa Video dan Foto atas aktivitas pertambangan emas tanpa ijin ( PETI ) dilokasi Potolo dan Rumagit yang terindikasi melibatkan beberapa oknum cukong.

Sementara itu, Ketua LP2BM Ali Imran Aduka pada Awak media ketika di Wawancarai Rabu (27/01/21) siang tadi di kantor Mapolres kotamobagu usai menyerahkan laporan Ilegal mining. Mengatakan bahwa ini sebuah bukti keseriusan kami sebagai lembaga kontrol dalam menindaklanjuti apa yang kami sampaikan ke kapolres kotamobagu pada pertemuan pertama beberapa minggu yang lalu.

Dikatakan Aduka, ada beberapa bukti yang di sampaikan (Terlampir ) dalam laporan terkait kegiatan PETI yang hingga kini masih terus menggurita di wilayah kecamatan lolayan. Seperti contoh PETI Potolo dan PETI Rumagit.

” Laporannya sudah di terima kapolres, dan Kami dapati nyatanya kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) disana yang menggunakan alat berat Excavator sama sekali tidak memiliki ijin. Oleh karenanya, ini kegiatan ilegal yang sudah seharusnya segera ditindak oleh pihak kepolisian maupun pemerintah,” Kata Ali Imran Aduka.

Tambahnya, Pemerintah dan Kepolisian diminta tidak tutup mata atas kegiatan ilegal mining tersebut, terlebih jelas jelas sudah terjadi perusakan hutan berskala besar dengan alat berat dilokasi yang dimaksud maupun beberapa lokasi lainnya juga. Jika ini dibiarkan, maka sama halnya menciptakan bencana besar bagi masyarakat, apa lagi intensitas curah hujan saat ini begitu tinggi dalam kurun sebulan terakhir ini.Pungkas Ketua LP2BM.

Senada Juga Disampaikan Oleh Ahmad Derek Ismail Selaku Devisi Intelijen dan Investigasi LP2KP. Dimana Kegiatan ilegal Mining yang dilaporkan ini bukan baru saat ini terjadi, Melainkan sudah cukup lama dan sudah perna di tindak dan ditutup oleh Kapolda sebelumnya, dimasa Kepemimpinan Irjen Pol Drs. Royke Lumowa SH Pada saat beliau menjabat Kapolda sulut.

Namu. Kemudian kata Derek, penindakan hukum pertama dimasa kapolda sebelumnya, belum memberikan efek jera bagi pelaku PETI. Sebab, sampai saat ini ativitas Ilegal Mining ini masih terus berjalan dan belum ada penindakan yang terukur dari pihak kepolisian dan seolah oknum oknum pemain di pusaran ilegal tersebut begitu sulit tersentuh oleh hukum?

Lanjutnya, Sesudah laporan pengaduan sudah diserahkan ke kapolres kotamobagu, ini akan kami kawal hingga tuntas sampai ada penindakan yang terukur dari kepolisian serta siapa siapa oknum yang terlibat pada kegiatan PETI ditangkap dan di proses sesuai perundang undangan yang berlaku atas perbuatan yang dilakukan oleh mereka.” Tutup Ahmad Derek Ismail.

Perlu diketahui sebelumnya wilayah kecamatan lolayan (Bolmong) ini sudah beberapa kali di hantam musibah Banjir yang menggenangi pemukiman maupun banjir lumpur.

Intensitas curah hujan yang tinggi, menyebabkan beberapa desa di kecamatan lolayan sempat tergenang air dan di hantam banjir lumpur.

Dugaan kuat bahwa penyebab banjir lumpur yang menghantam beberapa desa tersebut, akibat adanya aktivitas pertambangan emas tanpa ijin (PETI) yang kian menggurita, Belum lagi kehadiran perusahan tambang PT.JRBM di wilayah kecamatan lolayan.

Menimalisir jangan kemudian terjadi lagi bencana yang sama, diharapkan pemerintah maupun kepolisian dapat menindak tegas berbagai aktivitas ilegal mining disana.

 

Pewarta : Chandra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *