PARAH, Rumah Dinas PT. Timah di Bangka Selatan Kibarkan Bendera Merah Putih Robek dan Kusam

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Basel – Bendera Merah Putih yang sudah robek dan kusam terpasang pada tiang bendera di salah satu rumah dinas milik PT.Timah di kabupaten bangka selatan. Rabu (27/01/2021).

Adanya bendera merah putih dalam kondisi sudah rusak dan kusam ini, terpantau saat awak media mitrapol melintasi depan rumah dinas milik PT.Timah sekitar jam 13.30 wib. yang terlihat masih dipergunakan dan terpasang pada tiang bendera rumah tersebut.

“Awak media Mitrapol kemudian meminta izin untuk menurunkan Bendera Negara yang rusak, robek dan kusam itu kepada pihak Security PT.Timah Wasprod Toboali untuk langsung menurunkan nya.

Selanjutnya awak media mitrapol mendapatkan informasi bahwa orang yang menempati rumah itu bernama pak dede selaku bendahara PT.Timah di Bangka Selatan, dengan menyampaikan alasan beliau lupa menurunkan bendera merah putih dalam keadaan masih terpasang ditiang bendera rumahnya.

“Kami mengakui ada kesalahan karna tidak memperhatikan keadaan disekitar rumah dinas yang kami tempati serta memang benar disitu ada bendera, dan telah memberikan izin untuk menurunkan nya. “ungkap Pak Dede

Seperti diketahui bersama bahwa berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan pada Bab VII Ketentuan Pidana Pasal 67 huruf b berbunyi “Dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah), setiap orang yang dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c”.

“Dan jika dilakukan penghinaan terhadap lambang Negara, diatur dalam Pasal 154a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi:
“Barang siapa menodai Bendera Kebangsaan Republik Indonesia dan Lambang Negara Republik Indonesia, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun atau denda setinggi-tingginya tiga ribu rupiah.

 

Pewarta: Sony Dawara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *