Diduga pendistribusian BBM Premium bersubsidi di SPBU Palas tidak tepat sasaran

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Riau I Pelalawan – Seringnya putusnya pasokan BBM premium bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bernomor,14.284.658, di Jalan lintas timur, Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, diduga bukan karena jatah dari Pertamina dikurangi, melainkan pendistribusian BBM di SPBU tidak tepat sasaran.

Jika diperhatikan sepintas lalu, kecurangan di SPBU tidak terlihat sama sekali, Pemilik kendaraan yang membeli BBM premium bersubsidi semuanya biasa biasa saja, antrian semua tertib, pendistribusian sesuai dengan SOP SPBU setempat.

Tapi dibalik antrian itu, ada beberapa orang yang memanfaatkan situasi yang mencari keuntungan besar, diduga pihak SPBU dan pembeli sudah bekerjasama mengelabui masyarakat.

Mereka mendistribusikan BBM bersubsidi jenis premium bukan lagi memakai jerigen dan bukan memakai drum, tapi mereka melangsir BBM bersubsidi memakai mobil.

 

Pada umumnya mobil yang mereka gunakan adalah mobil pick up, seperti suzuki carry, Daihatsu Gren max dan ada juga modusnya memakai mobil pribadi, seperti mobil Toyota Kijang Innova. Mobil itu mereka gunakan untuk melangsir BBM bersubsidi di SPBU.

Setelah tangki mobil tersebut sudah terisi penuh, Mereka memindakannya ke dalam jerigen, yang sudah di persiapkan, yang jarak nya tidak jauh dari SPBU. Semua itu di lakukan berulang kali, sampai stok BBM bersubsidi jenis premium itu habis.

Ketika Awak media Mitrapol.com ingin mengkonfirmasi Manager SPBU Ronal melalui pesan Whatsapp nya 0813 6503 36xx, sampai saat ini pesan dari Awak media ini belum juga masuk! sampai berita ini di terbitkan.

Hal ini pihak Pertamina perlu turun kelokasi untuk melakukan teguran terhadap Pemilik SPBU yang nakal, bila perlu di berikan sangsi tegas.

Tidak sampai disitu saja Pihak Migas sudah seharusnya membantu masyarakat, karena masyarakat sangat mengharapkan uluran tangan Pemerintah, BBM bersubsidi di gunakan untuk masyarakat miskin bukan untuk orang kaya.

Sebagaimana di sampaikan dalam Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014 agar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU/ sebenarnya sudah dipertegas bahwa ada larangan untuk menjual Premium dan Solar kepada warga menggunakan jerigen dan drum untuk di jual kembali ke konsumen.

Dan Undang Undang (UU) Migas Nomor 22 Tahun 2001 Pasal 55 juga sudah menegaskan bahwa siapa saja yang menjual bensin eceran termasuk Pertamini, akan dikenakan sanksi pidana dengan 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp 60 milyar.

Tapi sangat di sayangkan SPBU palas jalan lintas timur ini tetap saja mendistribusikan BBM Peremium bersubsidi, memakai jerigen. Tanpa ada tindakan dari Pihak terkait, ada apa? Dan siapa di balik ini.

 

Pewarta : Budi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *