Jual di Medsos, Sindikat Penjual Satwa Liar yang dilindungi ditangkap Polisi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Subdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap dan menangkap sindikat perdagangan satwa liar yang dilindungi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus menjelaskan, Pelaku menyimpan, memiliki, memelihara dan atau memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, dimana tersangka masuk ke dalam sebuah komunitas pecinta satwa untuk mencari satwa yang dilindungi dan kemudian memasang status di salah satu media sosial (Whatsapp) yang bertujuan menarik minat pembeli satwa liar.

“Dalam berdagang satwa liar tersebut tersangka memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pembeli dan juga masuk kedalam komunitas pecinta hewan.” jelas Yusri di Mapolda Metro Jaya. Pada (28/01/2021).

Yusri menambahkan, Tersangka menyamarkan kegiatannya dengan seolah-olah menjual hewan yang tidak dilindungi di Kios burung pasar Sukatani, Jalan Raya Sukatani Desa Sukadarma Kec. Sukatani, kab. Bekasi

Dari penangkapan yang dilakukan, polisi menyita satwa yang dilindungi diantaranya 1 (satu) ekor orang utan, 3 (tiga) ekor Burung BEO Nias, dan 1 (satu) ekor Lutung Jawa (Dalam kondisi mati)

“Hewan yang disita seperti Orang Utan, Burung BEO Nias, dan Lutung Jawa, Kita masih kembangkan apakah tersangka merupakan jaringan atau hanya mencari keutungan sedikit dari hasil menjual satwa liar tersebut” ujar Yusri

Dalam kesempatan yang sama Dirjen KSDAE (Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistim) Ir. Wiratno M.Sc. mengatakan, Jaringan penjualan dan perdagangan satwa liar ini seperti fenomena puncak gunung es, ini membuat kami Dirjen KSDAE untuk memperkuat pengawasan di kawasan-kawasan taman nasional

“Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasi kepada jajaran penegak hukum khususnya kepada Polda Metro dan kepada Kepolisian di seluruh Indonesia pada umumnya yang telah bahu membahu bekerja sama dengan Dirjen KSDAE dan Dirjen Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup” kata Wiratno

Untuk saat ini sindikat perdagangan dan penjualan satwa liar yang dilindungi, menurut Wiratno memang sudah menurun namun masih ada, ini dipicu karena adanya permintaan dari para pencinta satwa liar, di luar negeri harga satu ekor orang utan itu cukup lumayan.

Harga jual di dalam negeri hanya 30 juta sampai dengan 35 juta, menurut informasi yang ada harga satu ekor orang utan itu lebih tinggi. “Diluar harga satu ekor orang utan kisaran 10.000 sampai dengan 15.000 USD sangat lumayan” ungkap Wiratno

Para pelaku dijerat Pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

 

Pewarta : BS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *