Polisi Gadungan Berpangkat AKBP, Gasak uang Ratusan Juta Rupiah Pengusaha Rental dengan rayuan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Anggota Polisi yang sudah dipecat dengan kasus disersi berpangkat Brigadir seketika menjelma menjadi seorang Pamen (Perwira Menengah) berpangkat AKBP mengaku berdinas di Mabes Polri untuk mengelabuhi pengusaha rental.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus menjelaskan, Polisi gadungan berpangkat AKBP berinisial RMF alias Akbp. Sarif Hendrawan, SH., S. IK, ini mengaku kepada korban berinisial S, memiliki jaringan yang luas sampai ke Bank Dunia dan dirinya bisa membantu untuk mendapatkan pinjaman dari Bank Dunia dengan sarat yang mudah.

“Orang ini mengaku sebagai anggota Polisi berpangkat AKBP berdinas di Mabes Polri kemudian punya jaringan sampai ke BanK Dunia yang bersangkutan bisa meminjamkan uang dengan persyaratan yang sangat mudah namun harus memiliki anggunan sebagai syaratnya berupa sertifikat” jelas Yusri di Mapolda Metro Jaya. Kamis (28/01/2021).

Dengan menjadi anggota Polisi berpangkat AKBP supaya bisa meyakinkan korbannya untuk percaya, kemungkinan masih banyak lagi yang menjadi korbannya.

“Menurut keterangan korban dirinya sangat pintar sekali untuk merayu dengan akalnya dia jadi kemungkinan masih banyak lagi yang menjadi korbannya. Kita masih dalami, mudah mudahan jika memang masih ada korbannya silahkan melaporkannya” ujar Yusri

Pelaku berhasil merayu seorang pengusaha rental dengan menggasak uang sejumlah 130 juta dengan membujuknya rayu korban untuk membeli sebuah Apartemen Bassura di wilayah Jakarta Timur.

“Uang hasil kejahatannya digunakan tersangka untuk membayar uang muka pembelian mobil” kata Yusri

Dari hasil laporan korban yang bernomer LP/401/I/YAN.2.5/ 2021/SPKT PMJ, pada tanggal 21 Januari 2021. Kemudian Polisi langsung menindak lanjuti laporan tersebut.

“Pelaku ditangkap subdit 3 Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (22/01/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, di Kantor Auto 2000 Kelapa Gading Jakarta Utara” ungkap Yusri

Uang hasil kejahatannya digunakan tersangka untuk membayar uang muka pembelian mobil.
Tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun

 

Pewarta : BS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *