Tidak terbukti bersalah, dua asisten Apoteker divonis bebas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Dua asisten apoteker Apotik Istana-1, Okta Rina Sari (21) dan Sukma Rizkiyanti Hasibuan (20), divonis bebas, karena tidak terbukti salah memberikan obat kepada pasien.

Putusan bebas itu disampaikan, majelis hakim diketuai Sri Wahyuni dengan hakim anggota Syafrin Batubara dan Ahmad Sumardi yang bersidang di ruang Cakra-2 PN Medan, Rabu (27/01/2021).

Dikatakan, kedua terdakwa dibebaskan dari unsur dakwaan dan tuntutan, sebab tidak terbukti sebagai orang yang memberikan obat yang salah, sehingga Yusmaniar (korban) mengalami sakit berat dan tak sadarkan diri.

Apalagi, tambah majelis hakim, saat pembelian obat, kedua terdakwa belum bekerja di Apotik Istana-1.

Putusan majelis hakim berbeda dengan tuntutan JPU Vernando dari Kejari Medan yang menuntut kedua terdakwa masing-masing 2 tahun penjara, karena melanggar Pasal 360 ayat (1) KUHPidana.

Maswan Tambak dari LBH Medan, selaku penasihat hukum terdakwa mengatakan, putusan majelis hakim telah memenuhi rasa keadilan

“Putusan bebas sudah sangat tepat, kami sangat mengapresiasi putusan majelis hakim,” ujar Maswan kepada awak media, usai sidang

Mengutip dakwaan, awalnya, 06 Nopember 2018, saksi korban Yusmaniar ditemani oleh Freddy Harry, berobat di tempat praktek dokter Tengku Abraham di Klinik Spesialis Bunda Jalan SM. Raja Medan.

Lalu, saksi korban bersama Freddy pergi menuju Apotik Istana-1 di Jalan Iskandar Muda No.50-D Medan untuk menebus resep sesuai yang diberikan dokter.

Setelah membeli obat, saksi korban  pulang dan sesampai di rumah saksi korban meminum obat tersebut

Pada tanggal 13 Desember 2018, kondisi saksi korban masih kurang sehat, kemudian menyuruh Freddy
untuk membeli obat di Apotik Istana-1 dengan resep yang sama.

Setelah membeli obat, Freddy menyerahkan obatnya, lalu diminum saksi korban. Setelah tiga hari, saksi korban mengalami sakit batuk dan pilek, lalu  berobat ke rumah sakit Materna di Jalan Teuku Umar No.9 Medan Petisah

Pihak rumah sakit memberikan obat,  sampai dirumah saksi korban meminum obat tersebut dan tidak berapa lama saksi korban tidak sadarkan diri

Lantas, korban dibawa ke rumah sakit Royal Prima, kebetulan ruang ICU penuh maka saksi korban dibawa ke RS Materns.

Kemudian, RSU Materna meminta keluarga untuk membawa obat-obatan yang di konsumsi oleh saksi korban.

Hasilnya, diketahui penyebab saksi korban tidak sadarkan diri karena meminum obat yang tidak dideritanya, yakni  obat yang dibeli dari Apotik Istana-1.

Semestinys korban diberi obat anti nyeri atsu mengurangi rasa nyeri, tapi kedua terdskwa memberikan obat penurunan gula darah.

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *