Ayo..!! Imunisasi supaya sehat, begini update vaksinasi COVID-19 di Mimika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Pemberian vaksin atau imunisasi merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung.

Sejak kick off perdana vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Mimika, Papua hingga kini masih berlangsung. Pada Jumat (29/01) para Dokter, Perawat dan Tenaga Kesehatan yang tersebar di 14 Puskesmas dan 4 Rumah Sakit, serta 3 Tim/Satgas Kesehatan, beramai-ramai menerima suntikan imunisasi anti virus Corona tersebut.

Seperti halnya pantauan MITRAPOL di RSUD Mimika yang turut melaksanakan vaksinasi COVID-19 perdana, pada Jumat, (29/01).

Salah satu dokter yang menangani langsung vaksinasi COVID-19 yakni dr. J. Rini Poespoprodjo, Sp.A.

Ia mengatakan, Vaksinasi atau imunisasi merupakan prosedur pemberian suatu antigen penyakit, biasanya berupa virus atau bakteri yang dilemahkan atau sudah mati, bisa juga hanya bagian dari virus atau bakteri. Tujuannya adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut.

dr. Rini menekankan bahwa sampai saat ini tidak ada laporan tentang penolakan vaksin oleh dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya di RSUD Timika.

“Adanya juga mereka (tenaga kesehatan-red) ingin sekali mendapatkan vaksin. Hanya saja ada yang lebih kita prioritaskan, yaitu yang lebih memenuhi syarat dalam menerima vaksinasi,” kata dr. Rini kepada MITRAPOL di sela-sela vaksinasi berlangsung, Jumat, (29/01).

Ia menjelaskan bahwa vaksinasi ini sangat penting diberikan kepada tenaga kesehatan agar mengurangi tingkat keparahan bahkan kematian akibat COVID-19.

“Selama pandemi COVID-19 ini banyak juga tenaga kesehatan yan menjadi korban, sehingga vaksin ini sangat dibutuhkan untuk membentengi diri,” terangnya.

Menurutnya, terhitung sejak Kamis, (28/01) kemarin tercatat sekitar 400 tenaga kesehatan di RSUD yang telah dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima suntikan vaksin COVID-19.

“Yang divaksinasi saat ini adalah para dokter, para medis, dan tenaga lain yang berkerja di rumah sakit. Lima hari kita target akan mencakup semuanya,” terangnya

dr. Rini menegaskan, vaksin COVID-19 ini tidaklah berbahaya seperti yang dipikirkan dan didengungkan oleh sebagian masyarakat. Justru menurutnya vaksinasi COVID-19 sangat membantu untuk membentengi diri dari wabah Corona yang dianggap mematikan tersebut.

“Inti dari vaksin adalah virus yang sudah dimatikan. Maksudnya adalah tubuh akan membentuk kekebalan terhadap virus yang akan dimatikan, sehingga setelah vaksinasi dilakukan COVID-19 dengan sendirinya akan susah berkembang dan akan mati dengan sendirinya,” jelas dr. Rini.

Lebih lanjut diterangkan, vaksinasi dilakukan dua kali dalam hitungan 14 hari. Hal ini sangat berguna karena dengan sendirinya tubuh akan terlatih dalam menghadapi virus jika terinfeksi COVID-19.

“Jadi vaksinnya aman. Kalau habis vaksinasi itu biasanya timbul kayak gejala pegal-pegal, meriang maupun badan terasa lemas itu wajar, reaksi itu karena tubuh sedang membentuk kekebalan terhadap virus itu sendiri,” tandasnya.

Sebagai informasi, update COVID-19 dan cakupan vaksinasi COVID-19 di wilayah Kabupaten Mimika terhitung 29 Januari 2021 diantaranya,

Sebanyak 15 kasus baru, 29 kasus sembuh dan sebanyak 415 kasus aktif (isolasi).

Total orang yang terpapar COVID-19 secara kumulatif sejak awal hingga kini mencapai 4.194 kasus.

Sementara jumlah orang yang telah divaksinasi COVID-19 di 16 Puskesmas dan 4 RS, Dinas Kesehatan dan 3 Tim/Satgas kesehatan mencapai 1.004 orang, termasuk 14 pejabat publik Mimika pada kick off untuk pertama kalinya.

Khusus untuk terget keseluruhan tenaga kesehatan yang divaksinasi di Kabupaten Mimika berjumlah 2.573 orang, sementara yang telah divaksinasi mencapai 990 orang.

 

Reporter : AQM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *