Terkait Hilangnya Dua Tersangka PETI Potolo, LSM Lidik Pro Angkat Bicara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Sungguh aneh tapi nyata, mungkin itu kalimat yang sesuai untuk penegakan hukum di Kotamobagu. Pasalnya, Terpidana PETI atas nama Gusri Lewan dan Stenly Wuisan yang sudah dijatuhi hukuman 1 Tahun Penjara dan denda Rp 10.000,000 hilang entah kemana.

Padahal sebelumnya,kedua terpidana ini sudah sempat ditahan di Polsek Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Status Terpidana ini saat ditahan di Polsek Lolayan adalah titipan kejaksaan karena masih menunggu hasil putusan banding juga sembari menunggu hasil swab.

Namun apa hendak dikata,saat pihak Kejari menjemput kedua tersangka di Polsek Lolayan dengan alasan akan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kotamobagu, terpidana ini menghilang hingga hari ini.

Ketua LSM Lidik Pro Kotamobagu, Oske Sayow

Persoalan ini menuai kritik dari berbagai pihak, terutama LSM Lidik Pro Kotamobagu Oske Sayow Menurut sayow, antara terpidana PETI dan Kejari seperti ada permainan alias main mata.”ucap Sayow

Alasan Sayow cukup rasional, sebab ketika terpidana sudah ditangan pihak kejari malah menghilang dan tidak tau lagi kejelasan kedua tersangka tersebut.

Padahal Kedua tersangka diduga melanggar undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Dan sudah Jelas Surat edaran dan Putusan PN KOTAMOBAGU Nomor 199/Pid.B/LH/2020/PN Ktg

Tanggal 21 Oktober 2020 — Penuntut Umum: JASMIN SAMAHATI, SH, MH

Terdakwa: AGUSRI LEWAN

MENGADILI:

Menyatakan Terdakwa AGUSRI LEWAN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Melakukan Usaha Penambangan Tanpa Izin;

“Persoalan ini wajib di seriusi oleh semua elemen,baik pemerhati hukum maupun LSM yang bergerak di wilayah pemantauan kinerja pemerintahan,”kata sayow ke awak media mitrapol, Sabtu (30/1/2020).

Tambahnya, persoalan PETI di wilayah BMR adalah persoalan yang begitu kompleks sehingga tak ada alasan bagi kita untuk tidak mengkritik aktifitas PETI hingga ke penegakan hukum.

“Mari semua elemen merembuk dan bersatu hingga menjadi kekuatan besar untuk melawan supremasi hukum yang tajam kebawa tapi tumpul ke atas,”tegasnya

Bahkan,sampai dengan berita ini ditayangkan,kedua terpidana belum tau dimana dan piha kejari pun sangat sulit untuk ditemui.” Imbuhnya

 

Tim Cr07

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *