Bupati Adnan Harap RKPD 2022 Bisa Jawab Tantangan dan Permasalahan Pemkab Gowa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Gowa Sulsel – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berharap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemerintah Kabupaten Gowa Tahun 2022 ini bisa menjawab tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gowa.

Hal ini disampaikan Bupati Adnan saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Gowa Tahun 2022 secara virtual di Peace Room A’Kio, Kantor Bupati Gowa, Selasa (2/2).

Adnan mengatakan salah satu ciri pemerintah yang baik adalah dengan adanya perencanaan yang baik dan berkualitas. Untuk menghasilkan perencanaan yang baik maka dibutuhkan penyempurnaan pada mekanisme tahapan perencanaan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam perumusan subtansi.

“RKPD ini harus lebih terintegrasi dan mampu menjawab seluruh tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gowa secara tepat dan strategis,” ujar Adnan.

Orang nomor satu di Gowa ini berharap melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Gowa Tahun 2022 ini dapat menghimpun aspirasi dan harapan masyarakat terhadap prioritas, sasaran dan program pembangunan daerah. Sehingga nantinya dapat diperoleh komitmen dari para pemangku kepentingan pembangunan.

“Sejak tahun 2020 hingga saat ini tantangan utama pembangunan adalah pandemi Covid-19 yang dampaknya nyata pada berbagai sektor salah satunya pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi,” ungkap Adnan.

Selain itu, beberapa program strategis yang sudah direncanakan juga tidak berjalan akibat adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Gowa akan fokus pada vaksinasi, pemulihan ekonomi, penyelesaian program pembangunan strategis.

Selain itu pada tahun ini Pemkab Gowa juga membangun sejumlah infrastruktur strategis. pembangunan infrastruktur penunjang layanan pendidikan, kesehatan, pelayanan masyarakat dan sejumlah fasilitas penunjang pengembangan kepemudaan.

“Selain untuk mengejar ketertinggalan pembangunan yang terhambat akibat Pandemi Covid-19, tahun 2021 ini juga akan menjadi pondasi pembangunan awal untuk periode 2021-2026 sesuai dengan visi misi kami yaitu terwujudnya masyarakat yang unggul dan tangguh dengan tata kelola pemerintahan terbaik,” jelasnya.

Ia juga berharap agar dalam proses penyusunan RKPD Pemerintah Kabupaten Gowa ini seluruh pimpinan di perangkat daerah dan seluruh stakeholder untuk berpikiran terbuka memiliki visi kedepan terintegrasi dan juga inovatif.

“Saya berharap pola-pola yang lama harus kita ubah mengikuti perkembangan zaman ada, dimana masyarakat membutuhkan kerja kita cepat. Inisiatif dan kinerja SKPD ditingkatkan pada masa yang akan datang. Kita harapkan pembangunan kedepan lebih terarah, terukur dan akuntabel serta bisa menjawab isu-isu strategis yang ada,” harap Adnan.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad mengatakan bahwa kegiatan forum ini merupakan rangkaian awal dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gowa.

“Tujuan pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD adalah sebagai sarana komunikasi interaktif dan dialog antara seluruh pemangku kepentingan pembangunan Kabupaten Gowa untuk mendapatkan saran dan masukan penyempurnaan awal RKPD Kabupaten Gowa tahun 2022,” ujarnya.

Taufiq berharap melalui kegiatan ini dokumen perencanaan pembangunan Kabupaten Gowa tahun 2022 lebih komprehensif dan berkualitas.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi forum pembentukan komitmen seluruh stakeholder pembangunan dalam keterkaitan dan konsisten antara perencanaan penganggaran, pelakasanaan dan pengawasan merupakan bagian yang tidak terlalu terpisahkan dari RAPBD dan KUA PPAS,” harapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Yos Rusdiansyah dalam pemaparannya mengatakan bahwa sejauh ini pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa khususnya di tahun 2019 berada di atas provisi Sulawesi Selatan dan nasional yaitu 7,46 persen.

“Motor penggerak ekonomi Gowa adalah pertanian, kehutanan dan perikanan 27%, perdagangan 13% dan konstruksi 12%, total ketiga lapangan usaha ini 52%,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan beberapa masukan, seperti pengembangan industri pengolahan skala menengah, yang berbahan baku lokal dan banyak menyerap tenaga kerja, perlu menjadi rencana kerja ke depan. Kemudian pengeluaran konsumsi pemerintah sangat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, maka akselerasinya lebih diperhatikan pada tahun ini atau mendatang.

“Menjaga income masyarakat karena konsumsi rumah tangga sebagai penggerak utama ekonomi. Menjaga income masyarakat dapat berupa peningkatan pendapatan atau pengurangan biaya konsumsi dan terakhir mengambil peran yang lebih lagi pada komoditas ekspor, misal dari produk pertanian, kehutanan dan perikanan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut diikuti pimpinan dan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Hj Kamsinah, Staf Ahli Bupati dan Asisten Setkab Gowa, para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa, para Kepala Bagian, Camat dan perwakilan LSM dan Ormas.

 

Pewarta: Armand AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *