Hakim heran anggota DPR-RI kok bisa “dikadali”  sehingga merugi Rp 4 milyar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Rudi Hartono Bangun SE, anggota DPR-RI dihadirkan selaku saksi korban dalam perkara dugaan  penipuan-penggelapan atas nama terdakwa Halim Wijaya.

Persidangan yang berlangsung secara virtual di ruang Cakra-4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (01/02/2021) belangsung alot hingga mencapai 5 jam lebih.

Dalam persidangan panjang itu, hakim ketua Merry Dona Pasaribu mencecar saksi korban Rudi Hartono Bangun seputar transfer uang kepada terdakwa.

Bahkan hakim sempat heran dengan saksi korban yang berulang-ulang mentrasfer uang ke rekening terdakwa Halim Wijaya, sesuai dengan permintaan Siska.

Menurut saksi korban, uang itu ditransfer ke terdakwa Halim Wijaya, sesuai dengan permintaan saksi Siska untuk membeli ayam sebagai syarat atau tumbal yang diminta Ratu Pantai Selatan.

“Lho anda ini anggota DPR, kok bisa dikadali sampai berulang-ulang,” tegur hakim ketua, sengit.

Selain itu, menjawab pertanyan Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Simon Sihombing dan Ria Harafenta Tarigan tentang saksi korban yang pernah berkunjung ke rumah saksi Siska.

Saksi Rudi Hartono Bangun membenarkan jika dirinya pernah datang ke rumah saksi Siska.

“Saya datang sebagai silaturahmi,”  jelas saksi Rudi.

Jawaban Rudi lagi-lagi ditanggapi sengit oleh hakim ketua Merry Dona.

“Bagaimana ini, anda anggota dewan, tiga kali berkunjung ke rumah orang, itu jelas tak lazim,” terang hakim ketua.

Selain Rudi Hartono Bangun, dalam persidangan yang berlangsung 5 jam lebih itu juga didengar keterangan 3 saksi lainnya, yakni Benny, Samuel dan Joni.

Perlu diketahui, terdakwa Halim Wijaya (41) didakwa terkait perkara dugaan penipuan-penggelapan yang merugikan saksi korban, Rudi Hartono Bangun SE sebesar Rp 4 miliar lebih.

Menurut JPU Rahmi Shafrina dalam dakwaannya, perbuatan itu dilakukan terdakwa bersama-sama dengan Siska Sari W Maulidhina (berkas terpisah).

Semula tahun 2015, saksi Siska berkenalan dengan saksi korban melalui seseorang bernama Liza. Sesudahnya keduanya sering berkomunikasi melakui WatsApp.

Belakangan saksi Siska sering bercerita tentang ilmu ghaib, indigo dan dapat melihat secara ghaib.

Terkait itu, Siska pun  menyebutkan jika saksi Rudi Hartono Bangun sedang diincar KPK untuk menjadi target OTT.

Kemudian Siska mengatakan, KPK bisa diantisipasi dengan jin. Dan Siska mengaku bisa berhubungan dengan Ratu Pantai Selatan.

Sesudahnya, Siska pun meminta uang untuk membeli ayam yang akan digunakan  sebagai tumbal, sesuai permintaan Ratu Pantai Selatan.

Terkait permintaan itu, saksi Rudi Hartono Bangun mentransfer uang ke rekening Siska dan terdakwa Halim Wijaya, sehingga saksi korban merugi Rp 4 milyar lebih.

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *