Pungli, Kasi Pemerintahan Binjai Kota divonis 5 bulan penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Terbukti melakukan pungli, Rahmat Sembiring (42), Kepala Seksi Pemerintahan Kec. Binjai Kota, kota Binjai, Sumatera Utara, divonis 5 bulan penjara, denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan.

Putusan itu disampaikan majelis hakim Tipikor diketuai Sri Wahyuni yang bersidang di ruang Cakra-8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (01/02/2021).

Disebutkan, terdakwa dengan maksud menguntungkan diri sendiri , secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya, memaksa seseorang memberikan sesuatu berupa uang.

Terdakwa Rahmat Sembiring, selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Binjai Kota, bertugas melakukan kelengkapan pembuatan KTP, pembuatan surat tanah, Akte Camat, Surat Ahli Waris, dan Silang Sengketa.

Tekait dengan tugas itu, terdakwa mematok harga Rp 2,5 juta kepada saksi Hendro Sutarno untuk mendapatkan surat tanah akte camat.

Menurut majelis hakim, terdakwa melanggar Pasal 12 huruf e Jo Pasal 12A UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Putusan majelis hakim sama persis dengan tuntutan JPU Ilmi Akbar Lubis dari Kejari Binjai yang menuntut terdakwa, 5 bulan penjara, denda Rp 5 juta subsider satu bulan kurungan.

Disebutkan dalam dakwaan, Kamis 04 Juni tahun 2020, terdakwa menerima telepon dari saksi Fery Liasta Sembiring sebagai suruhan dari saksi Hendro Sutarno.

Terdakwa menjawab, biaya penerbitan surat akta camat tersebut adalah sebesar Rp 3 juta dan disepakati oleh Fery Liasta Sembiring

Rupanya, Hendro Sutarno merasa keberatan dengan harga yang diajukan terdakwa, namun ia juga khawatir jika surat tanah itu tidak siap dikerjakan terdakwa.

Kemudian terdakwa Rahmat Sembiring menyuruh Feri Liasta Sembiring untuk datang ke kantor Camat Binjai Kota untuk mengambil surat tanah yang telah selesai, terdakwa mematok harga Rp 2,5juta

Senin 08 Juni 2020 pada pukul 13.00 wib, saksi Fery Liasta Sembiring dan seorang temannya datang menemui terdakwa di Kantor Camat Binjai Kota.

Kemudian terdakwa menyuruh seorang pegawai honorer, Ermayana untuk membuat surat serah terima akte camat sekaligus menerima uang dari saksi Fery Liasta Sembiring.

Setelah serah terima kedua saksi pergi meninggalkan kantor camat, namun tak beberapa lama masuk petugas dari Resort Kota Binjai mengamankan terdakwa dan Ermayana, berikut barang bukti uang Rp 2,5 juta dalam amplop warna putih.

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *