Selewengkan Dana Desa, Pangulu Nagori Dolok Ulu divonis Satu Tahun Penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Berani menyelewengkan Dana Desa, akhirnya pasrah divonis satu tahun penjara. Itulah Suarjo (46), Pejabat Pangulu Nagori Dolok Ulu, Kec.Tapian Dolok Kab. Simalungun, Sumatera Utara.

Selain itu, majelis hakim Tipikor diketua Syafrin Batubara yang bersidang di ruang Cakra-8 Pengadilan Nageri (PN) Medan, Senin (01/02/2021), juga menjatuhkan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan

Meski demikian, terdakwa tidak lagi dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 174.648.068, sebab telah dikembalikan oleh terdakwa ke kas daerah.

Hal yang memberatkan, papar majelis hakim, perbuatan terdakwa Suarjo, bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, sopan dan telah mengembalikan kerugian negara, ujar majelis hakim.

Perbuatan terdakwa melanggar  Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 jo UU No. 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Putusan majelis hakim beda tipis dengan tuntutan JPU Hiras Afandy Silaban dari Kejari Simalungun yang menuntut terdakwa Suarjo, 1 tahun 3 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan.

Disebutkan dalam dakwaan,  peristiwanya  23 September 2016 sampai dengan 31 Desember 2016,  Nagori Dolok Ulu menerima Dana Desa sebesar Rp.600.265.579

Lantas, terdakwa Suarjo dua kali menarik dana tersebut,  pertama dana yang ditarik sebesar Rp 360.159.347, dan yang kedua ditarik sebesar Rp 240.100.231.

Dana yang ditarik untuk melaksanakan kegiaan pemberdayan masyarakan, antara lain Pelatihan Masak Memasak;
Pelatihan Jahit Menjahit; Pelatihan Salon Kecantikan.

Kegiatan masak-memasak menggunakan  anggaran sebesar Rp. 177.500.000, kegiatan jahit-menjahit jumlah anggaran Rp. 208.601.779, sedangkan  kegiatan salon kecantikan jumlah anggaran Rp. 215 juta.

Terdakwa tidak melaksanakan sesuai dengan anggaran yang ada, pembelian bahan dan honor instruktur kegiatan sengaja membengkak, sehingga terjadi selisih harga.

Guna meloloskan perbuatannya, terdakwa Suarjo sengaja membuat sendiri dokumen-dokumen palsu, kwitansi pembayaran palsu dan stempel toko palsu .

Berdasarkan laporan Inspektorat Daerah Kabupaten Simalungun,  Dana Desa TA 2016 sebesar Rp 174.648.068,  tidak dapat mempertanggungjawabkan terdakwa.

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *