Gubernur Sulsel Resmikan Masjid Al Muslimin di Pusat Pembuatan Pinisi Desa Tana Beru

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Makassar Sulsel — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, berkunjung ke salah satu daerah di Bulukumba untuk melihat langsung pembuatan kapal Pinisi, di Galangan Kapal Pinisi Kelurahan Tana Beru, Kecamatan Bontobahari, Rabu, 3 Februari 2021. Ia sekaligus meresmikan masjid Al Muslimin yang disediakan oleh seorang pengusaha pembuatan kapal pinisi H. Rusdi Mulyadi, yang akrab disapa Haji Ulli, untuk digunakan wisatawan untuk beribadah.

Masjid ini telah digunakan selain kegiatan ibadah salat, juga untuk pelayanan ummat. Seperti pusat kajian tahfizh penghafal qur’an, kajian kitab, ta’lim dan juga komunitas sedekah ummat Jariyah Peduli.

“Kami mengapresiasi, ini sangat bermanfaat bagi pengunjung yang datang ke sini,” kata Nurdin Abdullah.

Rusdi Muliadi mengatakan, lokasi ini telah menjadi objek kunjungan yang didatangi oleh ratusan wisatawan setiap harinya.

“Karena ini sudah menjadi kunjungan wisata di sini, seandainya tidak Covid-19, non stop tamu yang datang setiap hari. Rata-rata datang pengunjung muslim, mencari mana yang lebih dekat lokasi untuk salat. Kami biasa mempersilahkan salat di rumah,” jelasnya.

Kemudian muncul gagasan untuk menggunakan tanah peninggalan orang tuanya (Haji Muslim Baso) untuk dibangun masjid. Kemudian meminta kesepakatan saudaranya yang lain, dengan niat pahalanya untuk orang tua mereka.

Masjid ini memiliki luas ruang masjid 5 x 5 meter dengan teras luas untuk aktivitas lainnya. Fasilitasnya juga dimanfaatkan oleh mahasiswa yang belum aktif masuk belajar di kelas.

Sebanyak 18 tahfidz dibimbing di masjid, dan salah satu rumah Rusdi Muliadi digunakan sebagai asrama.

Pengelola dan pengurus masjid, Ustadz Arham, menjelaskan, selain program tahfidz yang ada di masjid tersebut, juga memiliki banyak kegiatan. Salah satu program yang paling banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah adanya komunitas sedekah ummat Jariyah Peduli, yang mana dibentuk untuk melayani masyarakat se-Kecamatan Bontobahari. Seperti menyantuni sandang pangan dhu’afa dan anak yatim, peduli guru mengaji dengan santunan mukafa’ahnya, dan santunan konsumsi harian santri penghafal qur’an. Juga termasuk, program peduli korban bencana alam, dalam mengumpulkan serta mendistribusikan bantuan yang terkumpul.

“Salah satunya yang sudah terealisasikan adalah pengumpulan donasi bantuan untuk Majene, Sulawesi Barat,” ungkapnya.

Mantan pegawai pemerintah non-PNS Pemprov Sulsel yang pernah bertugas di Biro Kerjasama Pemerintah serta Biro Humas dan Protokol ini menjelaskan, berbagai kegiatan di masjid ini telah aktif selama setahun. Selanjutnya, akan dibangun asrama santri disamping masjid dan pengadaan mobil ambulance untuk melayani masyarakat se-Kecamatan Bontobahari.

 

 

Pewarta : Ali Ghugunk/AdPim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *