Tindak dan Hentikan Pasar Muamalah Depok, Anton Charliyan Apresiasi Bareskrim

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jabar – Bareskrim Polri telah menangkap pendiri Pasar Muamalah di Depok. Pasar Muamalah, yang berlokasi di wilayah Tanah Baru, Depok, Jawa Barat sebelumnya viral di media sosial karena melayani jual-beli dengan menggunakan uang asing Dinar dan Dirham, bukan Rupiah.

Pasar Muamalah menjual sejumlah barang, seperti pakaian muslim, sandal, parfum, dan makanan ringan. Informasi penggunaan koin dinar dan dirham diperoleh dari laporan warga.

Menanggapi penangkapan tersangka pelaku transaksi jual beli yang menggunakan mata uang Dinar dan Dirham dengan istilah Pasar Muamalah ini, Mantan Kapolda Jawa Barat Anton Charliyan mengpresiasi kinerja Bareskrim Polri.

Menurut Anton Charliyan atau yang biasa disapa Abah Anton, transaksi jual beli yang menggunakan Mata Uang Dinar dan Dirham tersebut jelas-jelas bertentangan dengan UU No 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, dimana dalam Pasal 23 (1) disebutkan bahwa Mata Uang Rupiah merupakan satu-satunya alat transaksi jual beli yang syah di Dalam Negeri.

Artinya segala bentuk transaksi usaha di NKRI wajib menggunakan Mata Uang IDR (Indonesian Rupiah), hal ini dikuatkan oleh Konsideran Bank Indonesia No : 17/3/ PBI / 2015.

Kecuali beberapa bisnis yang menyangkut Valuta Asing, Pembayaran Utang Luar Negeri, ataupun hibah ke luar Negeri bisa menggunakan Mata Uang asing sesuai peruntukanya.

Hal tersebut diberlakukan untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah serta menjaga wibawa dan marwah Rupiah sebagai “Tuan di Negrinya Sendiri”.

Bisa kita lihat di Bali, sekalipun banyak Turis Asing yang membawa Mata Uangnya masing-masing, ketika melakukan transaksi mereka membayar denga Dolar atau Mata Uang asing lainya, pelaku bisnis yang paham aturan hukum dan berjiwa Nasionalis, pasti tidak akan melayani.

Mereka harus menukarkan dulu Uang Dolarnya atau Mata Uang lainnya dengan Mata Uang Rupiah, dan jika melanggar mereka bisa kena sanksi Pidana hukuman I tahun Kurungan serta denda 200 juta Rupiah, siapa lagi yang akan bangga dengan Rupiah kalau bukan bangsanya sendiri, jelas Abah Anton.

Bila ada yang melakukan transaksi di dalam negri selain menggunakan Mata Uang Rupiah sama saja artinya dengan mencoba merusak stabilitas ekonomi negara, sekaligus melecehkan dan menghina NKRI serta tidak Bangga dengan bangsanya sendiri, tegas Abah Anton.

Untuk itu, semua orang yang terlibat dalam transaksi bisnis tersebut harus dipertanyakan sikap dan jiwa Nasionalismenya, karena sepertinya ada indikasi kearah lebih mencintai dan menghargai Budaya Negara Asing, dari pada Budaya Bangsanya sendiri, dan apabila hal ini dibiarkan akan merusak dan meracuni Bangsa dan Generasi Muda yang iedologinya masih hijau.

Jadi dalam peristiwa ini, sepertinya bukan hanya sekedar masalah ekonomi semata, tapi ada muatan lain yang harus kita dalami bersama, untuk itu apabila masih ada usaha serupa ditempat lain agar transaksi tersebut segera dihentikan dan ditindak tegas secara Hukum.

Kepada seluruh aparat agar mampu mengungkap latar belakang dibalik semua ini, dan kepada Masyarakat agar segera melaporkannya apa bila ada transaksi bisnis yang serupa dengan Pasar Muamalah Depok.

Sekali lagi apresiasi kepada Bareskrim Polri, dan lebih mengingatkan untuk kita semua, apapun juga kegiatan di dalam negeri baik di sisi Ekonomi, Sosial, Budaya maupun Politik, kita harus tetap jadi “Tuan di rumah kita Sendiri”, kita Semua harus lebih bangga dengan ke-Indonesiaan kita, jangan sampai malah kita lebih bangga dengan hal-hal yang berbau Asing, dari manapun juga datangnya itu, baik dari Barat, China, Afrika, Amerika termasuk dari Timur Tengah, Viva Indonesia, NKRI tetap Jaya, pungkasnya.

 

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *